Dalam rangka menjawab tantangan perkembangan global yang mengakibatkan perubahan iklim, peningkatan degradasi lingkungan yang berakibat tidak terprediksinya bencana alam, ditambah dengan terjadinya penyebaran pandemi covid-19 membuat masyarakat harus mampu beradaptasi dan “resilient” terhadap transformasi yang ada, oleh sebab itu 9th Asian Academic Society International Conference (AASIC) terlaksana dengan tema “Community Climate Resilience and Transboundary Resources Management” sebagai kontribusi dibidang pendidikan dalam menciptakan masyarakat yang resilient. Kegiatan ini terlaksana secara daring dan live broadcasting pada 22 November 2021 secara daring dengan dukungan Atase Pendidikan dan kebudayaan KBRI Bangkok.

Berdasarkan hasil laporan kegiatan bahwa Lebih dari 60 peserta hadir via zoom dan seratusan ikut via youtube PERMITHA yang berasal dari 7 negara yang berbeda Indonesia, India, Korea, Philiphina, china, Thailand, Malaysia peserta berasal dari berbagai kalangan profesi seperti mahasiswa, peneliti, dosen, ahli, dan pemerintahan. Rangkaian kegiatan AASIC ke-9 diawali oleh pidato pembukaan dari Saudari Intan Pransischa Fitri sebagai ketua pelaksana, Saudara Syahril Rachmad sebagai ketua PERMITHA, dan pembukaan acara AASIC ke-9 ini langsung dibuka oleh Bapak Duta Besar H.E Rachmat Budiman.

Bapak Rachmat Budiman menyampaikan dalam pidato pembukaan bahwa perubahan dan ketahanan iklim merupakan isu lintas sektoral. Ini mencakup banyak aspek seperti pengembangan sumber daya manusia, perlindungan sosial, respons pandemi, bantuan kemanusiaan, pekerjaan hijau, dan ekonomi hijau. Tidak ada satu negara pun yang bisa mengatasi masalah ini sendirian. Perlu kerjasama dan kolaborasi banyak pemangku kepentingan serta didukung oleh kebijakan dan lingkungan yang kondusif. oleh sebab itu beliau mengemukakan bahwa AASIC ke-9 merupakan wadah yang tepat untuk saling berjejaring dengan transfer pengetahuan melalui semua sesi yang ada di conference ini

Empat pembicara utama yang terlibat memaparkan materi yang sesuai dengan keahlian dibidang masing-masing yakni Dr. Bichit Rattakul, President Thai Network for Disaster Resilience, menyampaikan materi terkait Community-based disaster risk management for disasters during Covid-19 pandemic, Ir. Achmad Wichaksono, M.Eng., Ph.D. IPU, Attaché of Education and Culture, Indonesian Embassy in Bangkok menyampaikan materi terkait management dan dampak transportasi selama pandemic covid-19. Prof. Neera Agnimitra Ph.D, Professor Department of Social Work, Delhi University, menyampaikan materi tentang peranan gender dalam penanganan bencana alam. Dr. Niladri Gupta, Senior Water Resources Management Specialist of ADPC, menyampaikan materi terkait water resource on the disaster management.

Konferensi kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari peserta di ruang terpisah sesuai dengan sub-tema AASIC ke-9. Dengan berakhirnya konferensi AASIC ke-9 ini, diharapkan berbagai keahlian, pengalaman, dan gagasan yang terlontarkan mampu mewujudkan kerja sama yang baik dalam mengatasi berbagai permasalahan yang timbul saat ini dan memberikan kontribusi untuk pemerintah dalam merancang rencana strategis untuk mencapai SDGs 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published.