SELEKSI PENGAJAR BIPA LOKAL THAILAND 2019

Dalam upaya penyebaran bahasa Indonesia di mancanegara melalui penguatan peran handai Indonesia dan diaspora Indonesia, sekaligus mempertimbangkan animo masyarakat Thailand terhadap bahasa Indonesia yang tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan mengembangkan program penugasan tenaga pengajar BIPA lokal. Untuk merintis program ini di Thailand, PPSDK bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok menyelenggarakan seleksi calon pengajar BIPA lokal Thailand di KBRI Bangkok.

Kegiatan seleksi ini dimulai dari tanggal 2 Oktober dengan menyebar pengumuman seleksi pengajar Lokal BIPA Thailand 2019 dengan memanftaatkan jejaring Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA Bangkok (APPBIPA Bangkok), jejaring alumni penerima beasiswa Darmasiswa dan KNB, dan media sosial. Setelah itu, pihak KBRI menerima pendaftaran calon pengajar BIPA yang merupakan Warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di Thailand dan Warga Thailand.

Para calon pengajar BIPA lokal yang mendaftar yaitu sebanyak 43 orang sebagian besar berasal dari Thailand bagian selatan yaitu Pattani, Yala, dan Narathiwat. Namun, ada juga beberapa pengajar dari daerah lain seperti Khon Khaen dan Suphan Buri. Setelah pendaftaran ditutup pada tanggal 11 Oktober 2019, KBRI Bangkok menyelia dokumen-dokumen calon pengajar dan kemudian mengundang calon pengajar untuk mengikuti seleksi lanjutan di KBRI Bangkok yang berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 6—7 November 2019.

Sebanyak 28 calon pengajar hadir memenuhi undangan seleksi lanjutan di KBRI Bangkok pada hari pelaksanaan seleksi lanjutan dengan rincian sebagai berikut: 12 calon pengajar mengikuti seleksi pada hari Rabu, 6 November 2019 dan sebanyak 16 calon pengajar hadir pada hari Kamis, 7 November 2019. Tim penyeleksi PPSDK yaitu Dony Setiawan, Joni Endardi, dan Muhammad Yudi Ananto menyeleksi calon pengajar BIPA dengan menguji kemahiran bebahasa Indonesia dan wawancara. Setelah seleksi calon pengajar yang memenuhi syarat akan menjalani pembekalan khusus untuk selanjutnya melaksanakan tugas mengembangkan program BIPA di Thailand pada tahun 2020 sesuai dengan rencana program masing-masing. Sebagian besar dari calon pengajar ini akan mengembangkan program BIPA di lembaga mereka masing-masing. Lembaga-lembaga tersebut antara lain sekolah, universitas, dan komunitas belajar. Rintisan program ini didukung penuh oleh Duta Besar RI untuk kerajaan Thailand, Bapak Ahmad Rusdi, yang pada sela kesibukannya menerima Sekretaris Badan Pengembangan Perbukuan, Bapak M. Abdul Khak, dan tim PPSDK. Kegiatan ini merupakan bentuk konkrit dari upaya internasionalisasi bahasa  Indonesia sebagaimana yang tertuang pada UU nomor 24 tahun 2009 pasal 44 ayat 1 tentang peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Kegiatan ini memberi ruang dan media kemitraan antara Indonesia dan Thailand, sekaligus menjadi ajang diplomasi dalam bidang pendidikan dan kebudayaan bagi kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *