Rayakan Eratnya Relasi Budaya Indonesia – Thailand, Universitas di Thailand adakan Indofest 2019

Indofest 2019 yang diadakan atas kerja sama antara KBRI Bangkok, Chulalongkorn University dan Srinakarinwirot University dalam rangka memperingati 69 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia – Thailand ini, bukan hanya festival budaya Indonesia biasa. Pasalnya sebagian besar penampil seni budaya Indonesia adalah warga Thailand yang belajar dan tertarik dengan seni dan budaya Indonesia dari mulai usia remaja hingga usia lanjut. 

Bertempat di Music Hall, Faculty of Fine Arts, Chulalongkorn University, rangkaian acara Indofest yang diselenggarakan setahun sekali ini diisi dengan dua sesi acara, yaitu sesi seminar dan demonstrasi permainan gamelan serta sesi pertunjukan seni budaya.

Pada sesi seminar, diangkat tema Peringatan 90 tahun, Gamelan Jawa di Kerajaan Siam yang menghadirkan pakar budaya Indonesia yaitu Dr. Surasak Jamnongsan, dosen Fakultas Seni, Srinakarinwirot University yang menyelesaikan studi jenjang pasca sarjananya di ISI Yogyakarta, serta Ms. Imthip Pattajoti Suharto, penulis buku “Journeys to Java by Siamese King”.  Kedua narasumber menceritakan sejarah bagaimana gamelan Jawa masuk ke Thailand.

Setelah sesi seminar, masuk ke sesi pertunjukan.  Dimulai dengan sambutan oleh Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya, Nur Rokhmah Hidayah lalu pemberian plakat penghargaan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Mustari. 

Dalam sesi pertunjukan ini, KBRI Bangkok menampilkan tari-tari Indonesia yaitu tari Gatotkaca oleh Sudarmanto, staf KBRI Bangkok, kemudian penampilan tari Ratoh Jaroe oleh para siswa Sekolah Indonesia Bangkok yang memukau para penonton dengan gerak geriknya dinamis dan serasi. 

Pertunjukan seni budaya Indonesia lain yang ditampilkan oleh warga Thailand yang menunjukan bahwa budaya Indonesia diminati oleh warga Thailand sehingga kegiatan promosi budaya Indonesia di Thailand in bisa dikatakan cukup efektif dan diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini akan mempererat hubungan kedua negara. 

Tampilan lainnya yaitu ada pertunjukan tari kreasi gabungan tari Jawa dan tari Thailand, dengan nama Khong Mai yang ditampilkan oleh para mahasiswi dari Srinakarinwirot University. Kemudian penampilan gamelan oleh mahasiswa Thailand dari Srinakarinwirot University  bersama Dr. Sumaryono, dosen ISI Yogyakarta yang melantunkan gending-gending Jawa yaitu Semarmantu, Lancaran Bendrong, dan Agun-agun.  Khusus untuk lancaran Bendrong, dilantunkan sambil mengiringi penampilan tari Klana Topeng oleh Guru Besar ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Sumandiyo Hadi yang tentunya menjadi tampilan istimewa pada sore hari itu.

Selain gamelan, ada tampilan grup angklung dan tari kreasi dari siswa Thailand dari Phraekwitedseuksa School, Samutprakarn Province. Kemudian acara ditutup dengan penampilan grup angklung yang semua pemainnya adalah warga Thailand usia lanjut.  Mereka sebagian besar adalah pasien dari Chulalongkorn Memorial Hospital serta warga lansia yang tertarik belajar bermain angklung untuk mengisi hari-hari mereka. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihak rumah sakit dalam menerapkan terapi musik bagi para pasien.  Menurut salah anggota grup yang sudah berusia 88 tahun, kegiatan bermain angklung ini membuatnya lebih sehat dan bahagia. 

Tari Gatotkaca oleh staf KBRI Bangkok

Tari Ratoh Jaroe oleh siswa Sekolah Indonesia Bangkok
Klana Topeng oleh Prof. Dr. Sumandiyo, Guru Besar ISI Yogyakarta diiringi oleh kelompok karawitan dari Srinakarinwirot University bersama Dr. Sumaryono
Siswa Thailand dari Phraekwitedseuksa School Samutprakarn menampilkan angklung dan tari kreasi
Warga Thailand usia lanjut dari Chulalongkorn Memorial Hospital sedang memainkan angklung
Tari Kreasi “Khong Mai” oleh mahasiswa Srinakarinwirot University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *