Semarak Festival Indonesia di Nakhon Sawan dan Kamphaeng Phet Rajabhat University

(Bangkok, 5/12/2020) KBRI Bangkok kembali menggelar Indonesian Festival untuk penetrasi  seni budaya Indonesia lebih lanjut di Thailand dan sekaligus sebagai kegiatan peringatan 70 tahun Hubungan Diplomatik kedua negara. Kali ini Indonesian Festival dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Chulalongkorn,  Nakhon Sawan Rajabhat University dan Kamphaeng Phet Rajabhat University  selama dua hari berturut-turut tanggal 4-5 Desember 2020. Dengan bertajuk “The 4th Indonesian Performing Arts Festival: Celebrating 70th Anniversary of Thailand and Indonesia Diplomatic Relations” kegiatan ini dilaksanakan di Provinsi Nakhon Sawan dan di Provinsi Kamphaeng Phet yang diikuti lebih dari 150 pelajar di masing-masing provinsi.

Membuka kegiatan ini, KUAI RI Bangkok, Dicky Komar menekankan perlunya kreatifitas tambahan di tengah situasi pandemi dalam melaksanakan kegiatan Festival Indonesia di berbagai universitas di Thailand. Kegiatan workshop tari Indonesia dan alat musik tradisional Indonesia akan menjadi momen yang sangat berkesan bagi generasi muda di Thailand untuk bisa lebih mengenal seni budaya dan nilai-nilai persahabatan kedua Negara yang telah terjalin sejak zaman dahulu. Dalam kesempatan ini, KUAI RI juga menyampaikan kemajuan kerja sama seni budaya kedua Negara yang telah membantu peningkatan pemahaman yang lebih baik serta people to people contact. Diingatkan pula perlunya generasi muda Thailand untuk memanfaatkan beasiswa yang disediakan Pemerintah Indonesia seperti Darmasiswa dan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia sebagai upaya terus memupuk rasa cinta seni dan budaya satu sama lain.

Sementara itu, Associate Professor Dr. Suwit Wongboonmak selaku President Kamphaeng Phet Rajabhat Universitydalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada KBRI Bangkok atas kerja samanya dengan Kamphaeng Phet Rajabhat University untuk melaksanakan Festival Indonesia. Kegiatan ini terasa sangat khusus karena dilaksanakan untuk merayakan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand. Diyakini pula bahwa acara ini akan semakin mengokohkan rasa persamaan nilai, seni dan budaya antara Indonesia dan Thailand bagi generasi muda di Thailand.

Rangkaian festival dibuka dengan pertunjukkan tari Topeng Kelana dan tari Kreasi Thailand. Sebelumnya peserta telah mengikuti workshop angklung dan tari Dumbo Nini. Peserta belajar memainkan Angklung untuk lagu-lagu seperti “Dayung Sampan”, “Tak Tun Tuang” dan “Peleuleuyan”. Di akhir workshop, para peserta berhasil menampilkan tari Dumbo Nini dan memainkan Angklung untuk lagu-lagu Indonesia berjudul “Dayung Sampan” dan “Tak Tun Tuang”. Wajah sumringah dan kegembiraan terlihat dari para peserta yang begitu menghayati penampilan tari dan Angklung tersebut. Peserta juga sangat antusias mengikuti kuiz mengenai seni budaya dan pulau-pulau di Indonesia yang dilaksanakan di akhir acara.  

Selama acara berlangsung, peserta dan pengunjung juga dapat menikmati Indonesian booth yang mempromosikan berbagai produk makanan Indonesia dan karya seni budaya serta pakaian tradisional Indonesia. Peserta yang hadir menunjukkan ketertarikan yang sangat tinggi  mengenakan pakaian adat tradisional Indonesia di depan booth/landmark Indonesia serta mencicipi produk makanan Indonesia yang telah masuk pasar Thailand.

Kegiatan kali ini menjadi istimewa karena kegiatan tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga oleh siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas di sekitar Khampang Phaet  Rajabhat University dan Sekolah Bonphotth Phisai Pittayakhom Nakon Sawan. Antusiasme tinggi tampak ditunjukkan oleh peserta yang berhasil memainkan alat musik dan tari tradisional Indonesia dalam waktu workshop yang cukup singkat. Indonesian Festival semakin memberikan makna yang dalam dalam memperkokoh kerja sama seni budaya kedua negara dan sekaligus meningkatkan mutual understanding di antara masyarakat kedua negara. (Sumber: KBRI Bangkok) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *