
Bangkok, Kamis, 29 Maret 2018, diawali dengan cuaca yang fluktuatif berupa mendung kemudian cerah merona menandakan langit Bangkok tak ubahnya manusia yang dilema. Telah hadir mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam unit kerja mahasiswa International Law Students’ Association Chapter UNHAS sebanyak 6 orang yakni Asel, Andini, Galuh, Trisna, Lisa, dan Aldri di ruangan nan nyaman milik Atase Pendidikan & Budaya, KBRI Indonesia di Bangkok. Keenamnya adalah delegasi program Internship in Indonesian Embassy KBRI Bangkok 2018 yang telah berangkat tepat sehari sebelumnya, mereka menyambangi KBRI guna melaporkan diri sekaligus bertatap muka dengan Atase Pendidikan dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Bangkok, Thailand. Setelah sebelumnya menerima pembagian fungsi serta atase, dan pengenalan singkat serta office tour dengan mengelilingi hampir seluruh bagian gedung.
KBRI Bangkok sendiri memiliki 4 fungsi, 7 atase, 1 unit komunikasi, bagian administrasi, dan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Adapun pembagian penempatan untuk minggu pertama yakni, Fungsi Politik, Atase Perdagangan, Atase Pendidikan & Budaya, Atase Pensosbud, Atase Protokol & Konsuler, dan Atase Ekonomi. Masing-masing orang ditempatkan pada tiap fungsi yang berbeda demi mendapatkan pelajaran dan pengalaman kerja yang variatif.
Tiba saatnya mereka dijamu oleh Kepala Atase Pendidikan dan Budaya KBRI Bangkok yakni Bapak Prof. Dr. Mustari, M.Pd yang ternyata merupakan putra daerah asal Makassar, lebih dari itu beliau juga merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin yang juga bertempat di Sulawesi Selatan. Sempat mengenyam pendidikan dengan strata 1 Ilmu Dakwah di tempat mengajarnya yakni UIN Alauddin, kemudian Magister Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Makassar, program Doktoral pada bidang Filsafat di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, hingga melanglang buana ke daratan eropa seperti Belanda, Prancis, Jerman, bahkan di negara Commonwealth of nations seperti Inggris dan Australia, serta beberapa negara asia demi mengecap pendidikan singkat dan komparatif ini, menyuguhkan bukan hanya santapan ringan melainkan pengalamannya yang begitu inspiratif serta kiat-kiat kesuksesannya hingga menjadikan beliau sebagai Kepala Atase Atdikbud KBRI Bangkok selama kurang lebih 3,5 tahun. Menimbulkan decak kagum dan motivasi moral kepada kesemua peserta magang yang hadir pada waktu itu.
Tidak hanya sampai disitu, beliau pun mengajarkan dan mengingatkan perilaku dan etos kerja selama proses magang kepada para peserta magang termasuk Mahasiswa Universitas Hasanuddin dan dua orang mahasiswi asal Sidoarjo yang kebetulan berkuliah di Rajamanggala University of Technology Krungthep (RMUTK) di Bangkok. Adapun petuah yang diberikan, yakni 4 poin penting yang harus diperhatikan selama berproses sebagai peserta magang di KBRI Bangkok, beberapa diantaranya ialah bersikap sopan dan santun dengan selalu mengucapkan salam seperti ucapan ‘Terima Kasih’, ‘Selamat Pagi’, ‘Mohon Maaf’, dan meminta pertolongan ketika ada yang kurang dipahami, selain itu juga menjaga penampilan dalam berbusana dengan pakaian formal yang sopan dan sesuai dengan batas-batas kewajaran, serta disiplin terutama dalam memanfaatkan waktu dengan datang sesuai jadwal bekerja yakni pukul 08.00 dan pulang pada pukul 16.00 atau sekiranya ketika pekerjaan telah selesai, dan membawa serta buku catatan kecil untuk mencatat hal-hal penting yang bersangkutpaut dengan pekerjaan di bidang masing-masing.
Mereka pun sempat membahas salah satu temuan penting dari hasil riset dan penelitian staff KBRI Bangkok yakni adanya temuan historis, berupa sebuah kawasan bernama Makkasan di area Bangkok yang ternyata memiliki keterikatan historis dengan suku Makassar di Sulawesi Selatan, meski begitu temuan ini belum bisa dikatakan kuat mengingat bukti-bukti serta saksi hidup yang minim. Namun kemiripan nama dan cerita warga setempat bisa menjadi pembelajaran penting, bahwa hubungan sosiologis dan antropologi suku Makassar dengan Thailand memiliki keterikatan yang cukup erat. Penyambutan yang begitu hangat serta perbincangan yang menyenangkan antara peserta magang dengan Kepala Atdikbud KBRI Bangkok harus diakhri pada pukul 15.40 sore hari, mengingat beliau memiliki agenda janji temu lainnya yang harus dipenuhi. Sempat berpamitan dan berfoto bersama, para peserta magang pun dipersilahkan untuk meninggalkan kantor dan bersiap bekerja pada hari selanjutnya.
