KBRI, Bangkok – Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand di Bangkok pada 4 Oktober 2018 kedatangan para peserta program magang di Pabrik Casio Thailand. Mereka berasal dari 20 siswa terpilih dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia. Kedatangan mereka didampingi oleh Kepala Subbagian Amerika dan Eropa Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Yaya Sutarya, Managing Director Casio Singapore Pte Ltd. untuk Kantor Representatif Jakarta Hirokazu Satoh, dan Presiden Direktur Sahabat Utama Iwan Iman. Pada kunjungan ini mereka disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand Bapak Ahmad Rusdi dan Prof. Mustari, M.Pd selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok.
Para siswa akan melaksanakan program magang selama tiga bulan dimulai sejak Oktober 2018 di Pabrik Casio di Distrik Amphoe Chokcai, Nakhon Ratchasima, Thailand. Program magang tersebut merupakan rangkaian dari implementasi perjanjian kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama perusahaan Jepang, Casio Computer yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi tenaga pengajar vokasional, peningkatan minat dan kompetensi peserta didik, serta pengembangan satuan kurikulum, bahan dan metode pembelajaran dalam hal pengetahuan sains, teknologi, rekayasa dan matematika.
Program magang ini akan dievaluasi, untuk kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengiriman siswa untuk magang di tahun depan. “Dengan program magang ini, siswa diharapkan memperoleh bekal dan meningkatkan sekaligus memperkuat keterampilan mereka sehingga dapat kompetitif masuk ke dalam dunia kerja,” Kata Yaya dalam sambutan di Ruang Rapat Kerja Ahmad Yani KBRI Bangkok pada Kamis (10/4).
Sementara itu, Prof. Mustari, M.Pd mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya terhadap para siswa terbaik atas capaian yang telah diraih. “Program magang ini akan menjadi perhatian utama dimana kami akan senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Casio di Kantor Representatif Jakarta. Perihal ini juga merupakan angkatan pertama dan diharapkan dapat berhasil agar terciptanya keberlanjutan program magang ini. Selain itu, ini akan menjadi pengalaman baru yang menyenangkan dan terbaik bagi siswa,” ujarnya.
“Indonesia dan Thailand merupakan dua negara yang bersahabat sangat dekat dengan kita terkait kesamaan sejarah dan budaya. Oleh karena itu, kita harus menghargai dan menghormati mereka ketika kita berada disini untuk menjalin hubungan kedua negara yang semakin erat,” tambah Prof. Mustari, M.Pd.
Pada kesempatan yang sama Yaya menambahkan, “Kementerian Luar Negeri RI juga sudah merilis aplikasi Safe Travel yang dapat diunduh pada perangkat telepon pintar guna untuk informasi kegawatdaruratan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri dimana sebagai proses perlindungan dari Kementerian Luar Negeri dan KBRI.” (THW)

(Ka-Ki: Bapak Hirokazu Satoh, Bapak Iwan Iman, Bapak Ahmad Rusdi, dan Bapak Mustari)



