KUNJUNGAN IFS – THAILAND INTERCULTURAL CAMP DI KBRI BANGKOK, THAILAND

Kamis, 15 Februari 2018, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) bernama Intercultural Friendship Society (IFS) mengadakan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok melalui agenda “Truth and Dialogue” yang disambut hangat oleh Bapak Mustari selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok dan Khun Adul Leesen selaku staff Divisi Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam dialog tersebut, IFS mengutarakan kedatangannya bersama 41 peserta ke Bangkok adalah untuk melaksanakan kegiatan Thailand Intercultural Camp (TIC) yang diadakan selama 13 – 17 Februari 2018 di Bangkok, Thailand melalui serangkaian agenda City Race yakni mengelilingi rute yang telah ditentukan di Bangkok melalui kanal (transportasi air) dan tugas yang telah diberikan terkait kehidupan berbudaya masyarakat Thailand baik dari segi masyarakat lokal sendiri ataupun dari warga negara asing yang sedang melakukan kunjungan atau tinggal di Thailand. Tugas ini diberikan secara kelompok dengan tujuan mengenali daerah sekitar Bangkok melalui transportasi non-darat (kanal) yang merupakan salah satu transportasi murah dan unik di daerah ibukota yang biasanya menggunakan jalur umum darat seperti kereta, taxi, mobil, bus, atau motor. Kemudian, pada hari berikutnya, dilakukan agenda berupa kunjungan ke College of Music, Mahidol University dan KBRI Bangkok. Pada hari berikutnya, partisipan melakukan agenda “Youth Symposium” melalui presentasi dan penampilan budaya Indonesia dengan pembicara dan penjurian dari Wirote Sitaprasertnand, Parinya Yatee, Paphutsorn Koong Wongratanapitak selaku Thai natives. Selesai acara tersebut, peserta diajak untuk menikmati “Wat Arun Temple” yang merupakan salah satu destinasi wisata di Thailand dan diakhiri dengan makan malam penutupan dan perpisahan sebelum peserta kembali pulang masing-masing pada hari berikutnya.

Sebagai sebuah NGO yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, IFS telah memberikan beberapa bantuan kepada Somali Community School dan Klang di Malaysia, kegiatan sosial di Guangzhou di Tiongkok, Friendship Village di Vietnam, Pembangunan Madrasah di Kampung Cham – Memot, bekerja sama dengan NGO “Food Bank” Singapura dengan melakukan kegiatan Food Sharing melalui program “Friendship From Indonesia”. Kali ini, IFS membuat agenda baru bernama “Intercultural Camp” dengan periode pertama yang diadakan di Thailand.

Dalam kunjungan tersebut, Bapak Mustari menyampaikan kegiatan kebudayaan dan pendidikan Indonesia – Thailand di Bangkok melalui fasilitas “Borobudur Corner”, pameran kegiatan budaya, pameran kuliner, dsb. Beliau juga menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan untuk memajukan nama Indonesia melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembelajaran dan pemberdayaan anak muda, agar terus diupayakan dan dilanjutkan.

Usai Bapak Mustari menyampaikan beberapa hal tersebut, para peserta aktif memberikan pertanyaan mengenai potensi dan aktivitas crossed cultural understanding (CCU) antara Indonesia dan Thailand. Di akhir acara, para peserta antusias berfoto dan acara ini ditutup dengan pemberian placard antara KBRI Bangkok yang diwakili oleh Bapak Mustari dan IFS yang diwakili oleh Harry Sihotang, selaku salah satu partisipan TIC 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *