“Pagar Kawat Berduri” Satu Lagi Film Indonesia Hasil Restorasi Tayang di Thailand

Sebuah film selain mengandung nilai hiburan juga mengandung nilai budaya dan nilai sejarah. Kita dapat mempelajari kondisi sosial dan budaya pada zaman-zaman yang menjadi latar belakang setiap plot cerita. Oleh karena itu pelestarian film-film lama sangatlah penting untuk dilakukan demi menyelamatkan jejak budaya dan sejarah negara kita serta sebagai dukungan terhadap dunia perfilman di Indonesia. Sayangnya, beberapa film tidak tersimpan dengan baik, atau sudah mengalami kerusakan atau bahkan sudah hilang. Untuk menghindari hal-hal tersebut, dilakukan penyimpanan dengan sistem pengarsipan yang baik dan salah satu usaha untuk menyelamatkan film-film lama yang sudah usang adalah dengan melakukan restorasi. Di dalam UU RI nomor 33 tahun 2009 tentang Perfilman, pada pasal 51 poin c disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban untuk memberikan bantuan pembiayaan apresiasi film dan pengarsipan film. Kemendikbud melalui Pusat Pengembangan Perfilman selama ini telah melakukan berbagai kegiatan terkait pengembangan dunia perfilman termasuk usaha dalam hal pengarsipan dan restorasi film. Dalam rangka pengembangan kualitas pengarsipan film dan restorasi film, Indonesia mengirimkan delegasi diwakili oleh rombongan dari Pusat Pengembangan Perfilman, yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Kepegawaian dan Tata Laksana, Suharyoko, dan disertai dengan Staf Subbidang Arsip Film, Panji Wibisono, Tim Pelaksana Teknis Restorasi Film Rizka Fitri Akbar dan Muhammad Taufiq Marhaban, dan praktisi film dan arsiparis, Lisabona Rahman untuk menghadiri acara dan mengisi diskusi pada pemutaran film “Pagar Kawat Berduri (Barb Wired Fence)” di acara Restoration Asia V dalam rangkaian agenda The 22nd SEAPAVAA Conference di Bangkok pada tanggal 5 – 11 April 2018.

Film Indonesia karya Asrul Sani pada tahun 1961 ini, diundang langsung oleh Film Archive (Public Organization) Thailand untuk ditayangkan dalam acara Restoration Asia V bersama dengan film-film dari negara Asia lainnya yaitu Thailand, Jepang, dan Pilipina yang dilaksanakan di bioskop Lido yang berlokasi di tengah kota Bangkok. Selain dilakukan penayangan, juga dilakukan diskusi dengan para pecinta film yang hadir dalam acara penayangan tersebut.

Pada tanggal 9 April 2018, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, berkesempatan melakukan perbincangan dengan Suharyoko dan Panji Wibisono di kantor Atdikbud KBRI. Dalam perbincangan disampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan Pusbang Perfilman diantaranya penayangan film di sekolah-sekolah, penayangan di daerah-daerah dengan Bioling (bioskop keliling), dan kegiatan restorasi film. Panji mengatakan bahwa film Indonesia yang sudah direstorasi sudah ada 4 buah film, baik oleh pemerintah dan swasta. Untuk restorasi film “Pagar Kawat Berduri” sendiri dilakukan pada tahun 2017. Panji mengatakan bahwa dalam pemilihan film yang akan dilakukan restorasi oleh Pusbang Perfilman, ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi yaitu

  1. Kondisi fisik film
  2. Sutradara cukup dapat merepresentasikan eranya
  3. Film tersebut memiliki nilai sejarah
  4. Film tersebut dapat memberikan inspirasi dalam pembangunan karakter dan pendidikan
  5. Film yang tidak akan direstorasi oleh pemilik hak ciptanya
  6. Kondisi teknis film yang masih ada negatifnya

Diharapkan dengan keikutsertaan delegasi Indonesia dalam acara ini, dapat membawa manfaat yang besar bagi pengembangan pengarsipan dan restorasi film Indonesia. Selain itu diharapkan pada masa yang akan datang aka nada kerjasama yang lebih lanjut antara Pusbang Perfilman dengan KBRI Bangkok untuk mempromosikan dunia perfilman Indonesia kepada masyarakat Thailand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *