Ketika Batik Dibawa ke Bangkok

Sekitar 250 tamu undangan, yang sebagian besar adalah perempuan, dibuat kagum dengan parade baju batik oleh 20 peragawati dan peragawan dari Thailand dan Indonesia.
Peragaan Batik Indonesia ini diselengarakan oleh KBRI Bangkok, Kamis (3/5) bekerja sama dengan DWP KBRI Bangkok dan Yayasan Batik Indonesia. Batik Fashion show ini menampilkan koleksi busana kasual, formal maupun pesta, karya designer Ririn (Astha Samara), Nita (Gallery Batik Jawa), Mariana (Parang Kencana), dan Gita (Bee).
Di antara tamu tersebut adalah para istri Duta Besar, pengusaha perempuan, anggota International Woman Organization (IWC), Ketua dan komunitas Red Cross, wartawan, friends of Indonesia dan tamu lainnya. Yang sangat membanggakan, Fashion Show tersebut dihadiri pula Madam Khunying Kinkau, salah satu kerabat Kerajaan Thailand.
Seperti dalam siaran pers KBRI Bangkok, acara ini merupakan bagian dari upaya KBRI di Bangkok untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, sekaligus memperkuat people to people contact antara Indonesia dan Thailand.
“Batik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, dan menurut sejarah Batik telah digunakan bangsa Indonesia sejak abad ke-12. Selain itu Batik merupakan salah satu identitas kuat bangsa Indonesia, yang telah mempersatukan suku, budaya, dan agama bangsa Indonesia yang beragam,” demikian penjelasan KBRI Bangkok.
Motif dan warna Batik, yang beragam dan sekaligus unik, merefleksikan simbol-simbol kehidupan dan harapan bagi yang memakai atau menggunakannya. Proses pembuatan dan pewarnaan Batik juga mencerminkan kualitas dari para pengrajinnya.
Parade busana Batik, dengan motif tradisional seperti parang, truntum, dan kawung, juga membuktikan bahwa busana Batik cocok bagi komunitas internasional untuk berbagai acara.
“Kami, bangsa Indonesia sangat bangga atas budaya kami, termasuk Batik, dan oleh karena itu melalui Batik Fashion Show ini, KBRI ingin memperkenalkan Batik sebagai warisan budaya yang tidak ternilai harganya, yang telah pula diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Berujud, pada tanggal 2 Oktober 2009,” kata Anita Rusdi, istri Duta Besar RI dalam sambutannya.
Sementara itu, Murniati Widodo, Ketua Yayasan Batik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan bahwa Yayasan Batik Indonesia dibentuk untuk menghargai, melindungi dan sekaligus mempromosikan Batik sebagai aset budaya. Disampaikan pula bahwa Yayasan Batik Indonesia telah melakukan promosi Batik baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Selain peragaan busana Batik, para tamu juga dapat menikmati penampilan Tari Saman oleh para siswa Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), serta alunan lagu daerah Indonesia, Thailand, dan lagu-lagu internasional oleh musik Kolintang dan Angklung oleh Kelompok Yayasan Batik Indonesia. Pada akhir acara, para tamu disuguhi dengan aneka kuliner Indonesia yang tentunya sangat beragam.
“Kami mengagumi cara orang Indonesia memelihara dan mempromosikan kekayaan budayanya”, timpal Madam Khunying.
Diharapkan, melalui acara ini komunitas internasional di Bangkok dapat lebih mengenal lebih baik mengenai produk kerajinan dan kain Batik, musik, tari, dan kuliner Indonesia, yang pada gilirannya akan lebih mendorong untuk berkunjung ke Indonesia dan menyaksikan sendiri keindahan budaya dan sekaligus alamnya.

Fshion show batik di KBRI Bangkok. (Foto: Dok. KBRI Bangkok)
Fshion show batik di KBRI Bangkok. (Foto: Dok. KBRI Bangkok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *