Promosi Kebudayaan Indonesia dengan Pertunjukan Wayang Kontemporer dan Tarian Indonesia di Bangkok Arts and Culture Centre (BACC), 12-13 Mei 2018

KBRI Bangkok melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan SEA Junction (Southeast Asia Junction) menyelenggarakan kegiatan budaya dengan menampilkan pertunjukan “Wayang Konntemporer” dan Pertunjukan Tarian Indonesia. Pertunjukan diselenggarakan di gedung Bangkok Arts and Culture Centre (BACC) lantai 2 ruang 401 sebanyak 4 (empat) kali pertunjukan, yakni; tanggal 12 dan 13 Mei 2018 pukul 14.00-15.00 dan pukul 17.30 – 18.30.

 

SEA Junction adalah lembaga sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan apresiasi Asia Tenggara di semua dimensi sosio kulturalnya, dari seni dan gaya hidup hingga ekonomi dan pembangunan. SEA Junction berlokasi di gedung BACC ruang 408 dan sebagai pendiri dan Direktur Eksekutif adalah Dr. Rosalia (Lia) Sciortino Sumaryono. KBRI Bangkok sudah beberapa kali bekerja sama dengan SEA Junction, khususnya dalam rangka untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Indonesia, dan kali ini kebudayaan Indonesia yang ditampilkan berupa “Wayang Kontemporer” dan Tarian Indonesia.

 

Pertunjukan “Wayang Kontemporer” dibawakan oleh seniman Indonesia Jumaadi yang bekerja sama dengan “Shadow Factory” Sidoarjo, Jawa Timur. Jumaadi adalah penerima “John Coburn Emerging Artist Award” pada tahun 2007, dan mendapatkan MFA pada tahun 2008 dari Sekolah Seni Nasional di Sydney, Australia. Karyanya mencakup berbagai medium, termasuk lukisan, gambar, patung, puisi, fotografi, dan pertunjukan. Dia telah mengadakan pertunjukan dan mempresentasikan karyanya di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, Cina, Amerika Serikat, Belanda, dan berbagai bagian Australia. Pada 2013, ia terpilih sebagai salah satu dari lima seniman untuk mewakili Australia di “Biennale Seni Kontemporer Moskow”. Pertunjukna wayang yang dibawakan oleh seniman Jumaadi dan Shadow Factory kali ini sangat unik dan sangat berbeda dengan pertunjukan wayang baik di Indonesia maupun di Thailand.   Wayang terbuat dari kertas, kardus daur ulang, kulit binatang yang dipahat untuk menghasilkan gambar yang detail, dan cara menampilkannya dengan menggunakan proyektor overhead sebagai sumber cahaya, yang kemudian menghasilkan bayangan yang diinginkan sesuai dengan isi cerita yang disampaikan.

 

Cerita pada pertunjukan “Wayang Kontemporer” berjudul “Sumur dan Nugget Emas” yang terinspirasi dari kisah-kisah nyata yang dialami oleh masyarakat desa-desa di Sidoarjo akibat dari luapan lumpur yang tidak kunjung berhenti. Rumah, tempat ibadah, sekolah, taman bermain, sungai-sungai, sawah, dan situs-situs bersejarah terkubur oleh lumpur selamanya. Banyak varietas tanaman dan hewan asli juga menjadi punah. Struktur sosial masyarakat rusak dan penduduk desa kehilangan kepercayaan di antara mereka sendiri, terutama atas masalah kompensasi atas kehilangan mereka. Pertunjukan “Wayang Kontemporer” tersebut dipadukan dengan iringan musik garapan kontemporer yang menggunakan alat-alat musik tradisi dan modern dari berbagai daerah, seperti kendang jawa, gender, siter, rebab, kecapi, seruling, terompet, dan sebagainya.

 

Pada setiap pertunjukan dibuka dengan penampilan tarian Indonesia, yakni pada hari pertama tanggal 12 Mei 2018 pukul 14.00- 15.00 dibuka dengan tari Ratoh Duek (Aceh) yang dibawakan oleh 9 (sembilan) siswi SMP Sekolah Indonesia Bangkok, dan pukul 17.30-18.30 dibuka dengan tari Topeng (Jawa Tengah) oleh Staf KBRI Bangkok. Pada hari kedua tanggal 13 Mei 2018 pertunjukan pukul 14.00-15.00 dibuka dengan tari Tor-Tor (Batak) oleh 8 (delapan) siswi SD Sekolah Indonesia Bangkok, dan untuk pertunjukan terkahir pukul 17.30-18.30 dibuka dengan tari Klana Sewandana (Jawa Tengah).

 

Selama 4 (empat) kali pertunjukan tersebut cukup sukses dan pengunjung sangat antusias, karena materi dan kemasan pertunjukan menarik dengan memadukan kebudayaan tradisional dan modern. Penyelenggaraan kegiatan di BACC dalam rangka untuk mempromosikan Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia kiranya cukup efektif, karena lokasi BACC di pusat kota dan keramaian,  sehingga banyak pengunjung dari warga Asing yang datang. Para pengunjung yang datang dan menonton pertunjukan Kebudayaan Indonesia kali ini kebanyakan dari kalangan pelajar dan pengajar seni baik warga Bangkok maupun warga Asing yang kebetulan sedang studi ataupaun traveling di Bangkok, seperti dari Malaysia, Philipina, Jepang, Australia dan lainnya. Dr. Rosalia (Lia) Sciartino Sumaryono menyampaikan bahwa pertunjukan tersebut baru pertama kali ditampilkan di BACC dan cukup berhasil. Dr. Rosalia menyampaikan terima kasih kepada KBRI Bangkok yang telah bekerja sama untuk terselenggaramya kegiatan tersebut

Foto Tari Ratoh Duek oleh Siswi-Siswi SMP Sekolah Indonesia Bangkok
Foto Tari Tor-Tor oleh Siswi-Siswi SD Sekolah Indonesia Bangkok
Foto Bersama Atdikbud, Koord. Fungsi Pensossbud, dan Koord. Fungsi Politik , dan
Foto Bersama Penonton
Foto Bersama Atdikbud, Koord. Fungsi Pensossbud, dan Koord. Fungsi Politik , dan
Foto Bersama Penonton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *