Malam Nuzulul Qur’an di KBRI Bangkok

Sejak sore hari suasana Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok berbeda dari biasanya. Hiruk pikuk masyarakat Indonesia tampak memadati sporthall. Bukan tanpa alasan, karena Sabtu, 2 Juni 2018 KBRI Bangkok mengadakan peringatan malam Nuzulul Qur’an yang dikemas dengan kegiatan buka puasa dan sholat taraweh berjamaah. Dengan mengusung tema “Melalui Peringatan Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1439 Hijriyah, Kita Bangun Generasi yang Rabbani”, kegiatan ini diikuti sekitar 520 orang.

Acara dimulai dengan berbuka puasa dan dilanjutkan sholat magrib, isya, dan taraweh berjamaah dengan imam Ust. Muhammad Suyuti. Ba’da taraweh kegiatan inti dari peringatan malam Nuzulul Qur’an diawali dengan pembacaan ayat – ayat suci Alqur’an oleh Koko Iwan Agus Kurniawan yang merupakan mahasiswa Indonesia di Thailand, dan saritilawah oleh Aniq Sabrina, siswi Sekolah Indonesia Bangkok.

Panitia pelaksana Prof. Dr. Mustari, M.Pd menyebut pelaksanaan hari besar Islam seperti malam Nuzulul Qur’an rutin dilaksanakan di KBRI Bangkok, dan terkhusus tahun ini kegiatan dibuat berbeda dari sebelumnya, dengan mendatangkan pembicara dari Indonesia dan memanfaatkan sporthall sehingga jumlah peserta yang bisa lebih banyak.

Sementara itu Duta Besar Ahmad Rusdi dalam sambutannya mengatakan seluruh umat Islam di dunia memperingati Nuzulul Qur’an dengan hikmah yang ada di dalamnya.  kitab suci Alqur’an diturunkan di bulan ramadhan, sehingga esensi pokok yang harus diambil dalam ramadhan ini adalah menjadikan momentum untuk semakin menggiatkan diri dalam membaca, mengkaji, dan memahami Alqur’an dan selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Tidak lupa beliau berpesan agar masyarakat Indonesia di Thailand dapat meningkatkan amal ibadah dan tali silaturahmi antara sesama.

Adapun pembawa tauziah Nuzulul Qur’an adalah Dr. Barsihannor Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin. Dimulai dengan tayangan video-video kaya makna, beliau mengajak peserta untuk merenungi tanda – tanda kekuasaan Allah mulai dari fenomena kecil dan sepele hingga penciptaan bumi dan alam semesta. Beliau juga mengatakan sebagai umat yang bertaqwa kita harus memahami siapa pencipta itu semua, siapa pencipta di balik matahari yang bersinar menerangi bumi. Tetapi terkadang kita lalai terhadap itu semua, kita akan sadar dengan Tuhan saat kita sedang krisis.

Sisi lain dari diturunkannya Alqur’an adalah sebagai penyadaran bagi umat bahwa Alqur’an adalah petunjuk yang sempurna dan paripurna bagi orang – orang yang bertaqwa sebagaimana yang tercantum dalam Surah Al-Baqarah : 2. Sebagai petunjuk kehidupan semestinya kita jadikan Alqur’an sebagai pengarah langkah kehidupan kita, pijakan setiap amal kita, parameter serta barometer segala kehidupan kita. Semoga di bulan yang mulia ini kita kembali ke fitrah kita dengan melaksanakan segala ibadah semampu kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *