Tingkatkan Kerja Sama, Duta Besar RI Kunjungi Burapha University

Pada tanggal 4 Juni 2018 dilakukan pertemuan antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi dengan Rektor Burapha University, Assoc. Prof. Dr. Somnuk Theerakulpisut.  Dengan didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Mustari, Atase TNI Angkatan Laut, Kol. Hidayaturrahman, Atase Imigrasi, Wahyu Eka Putra, Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Olih Sodikulhikmah serta para staff KBRI Bangkok, Duta Besar melakukan perbincangan dan diskusi mengenai berbagai kerja sama yang telah terjalin antara Burapha University dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari pihak Burapha University sendiri hadir para wakil rektor yang bertugas di kampus cabang di Provinsi Sakaeo dan Chantaburi, wakil dekan bagian hubungan internasional, para dekan dari berbagai fakultas diantaranya Faculty of Nursing, Faculty of Public Health, Faculty of Political Science and Law, Faculty of Humanities and Social Science, Faculty of Science dan International College.

Universitas yang berlokasi di dekat pantai Bangsaen provinsi Chonburi ini, telah melakukan berbagai bentuk kerja sama akademis dengan beberapa universitas di Indonesia yang didasari oleh MoU antara kedua pihak.  Sudah ada 22 buah MoU yang telah ditandatangani dengan universitas di Indonesia.  Selain itu, Burapha University juga membuka kesempatan bagi para akademisi dari Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya di universitas ini.  Sejak tahun 2000, sudah ada 87 lulusan yang berwarga negara Indonesia, baik jenjang sarjana maupun pasca sarjana.  Sebaliknya beberapa dosen dari Burapha University juga berhasil menyelesaikan pendidikannya di universitas di Indonesia.

Disampaikan oleh Rektor Burapha University bahwa selama ini pelaksanaan kolaborasi terkait MoU berjalan sangat baik.  Sebagai contoh PGRI Semarang telah selama 3 tahun terakhir ini mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan praktik mengajar di Burapha University, begitu juga dari Universitas Dr. Soetomo yang juga mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan observasi di Faculty of Political Science and Law.  Disamping itu, saling mengudang pembicara, juga dilakukan antara Burapha University dengan universitas di Indonesia, misalnya STIE Mandala Jember yang mengundang salah satu dosen Burapha University sebagai keynote speaker di konferensi internasional dengan judul “Good Corporate Governance to Face Global Business Competition” yang diadakan di Jember, Jawa Timur.

Kerja sama yang juga sudah berjalan cukup lama adalah di bidang kesehatan dan keperawatan antara Burapha University dengan STIKes Budi Luhur Cimahi melalui jaringan Budi Luhur International Network atau yang dikenal dengan sebutan BIN for EDU.  Kedua instansi saling mengundang dan mengirim para akademisinya untuk mengunjungi, menjadi pembicara dalam seminar dan konferensi, serta diadakan pertukaran mahasiswanya.  Disampaikan pula oleh Dekan Faculty of Nursing, saat ini ada seorang mahasiswa tingkat pascasarjana di Bidang Gerontological Nursing yang akan segera menyelesaikan studinya pada tahun 2018 serta sudah ada satu pelamar program PhD di bidang keperawatan yang sedang dalam proses pengajuan beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Selain program pertukaran pelajar dan pengajar, ada pula program double degree di bidang pariwisata yang merupakan kerja sama antara International College Burapha University dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti).  Mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan menjalankan masa perkuliahannya di STP Trisakti, Indonesia selama 3 tahun dan di Burapha University selama 4 bulan ditambah 1 semester masa praktik kerja di jaringan hotel bertaraf internasional yang merupakan mitra dari Burapha University.  Pada kesempatan ini hadir pula dalam pertemuan, para mahasiswa asal STP Trisakti yang sedang menjalankan program double degree tersebut.  International College juga memiliki program pertukaran mahasiswa dengan masa studi di Burapha University selama 1 tahun ditambah masa praktik kerja.  Di samping itu, ada program yang disebut Reciprocal Program, yang menawarkan program singkat selama 1 minggu.  Peserta program singkat bersertifikat ini akan dikenali dengan bahasa Thailand serta budaya Thailand.  Selama ini, ada pula peserta dari Indonesia yang mengikuti program singkat ini, yaitu diantaranya dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo, Yogyakarta, dan Universitas Gajah Mada.

Di bidang ilmu politik dan hukum, juga telah diadakan kerja sama yang erat selama berupa pertukaran mahasiswa dan dosen.

Selain kolaborasi yang sudah dilaksanakan, juga masih banyak lagi rencana-rencana kerja sama yang akan dilakukan.  Diantaranya dari Faculty of Science yang selama ini telah membina kerja sama yang sangat baik dengan Universitas Brawijaya di bidang ilmu kelautan, perikanan dan ilmu pangan, sedang merencanakan untuk mengadakan pertukaran mahasiswa berupa program singkat selama 3 minggu atau 1 semester.

Pada sesi diskusi, Duta Besar menyampaikan perhargaan dan apresiasinya atas segala bentuk kerjasama yang telah terwujud.  Kemudian beliau menyampaikan saran bahwa, alangkah baiknya, jika Burapha University juga dapat memberikan keringanan biaya kuliah bagi calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studinya di Burapha University.  Atas saran tersebut, pihak Burapha University mengatakan bahwa hal tersebut dapat dikoordinasikan lebih lanjut berdasarkan masing-masing MoU misalnya dengan pembebasan international fee yang seharusnya dibebankan kepada semua mahasiswa asing.  Rektor juga menawarkan program double degree di jenjang magister di bidang geo-informatika yang diselenggarakan oleh Sirindhorn Center for Geo-Informatics.  Tersedia beasiswa sebanyak 15 beasiswa yang nantinya akan akan mendapatkan gelar akademiknya dari Burapha University dan Wuhan University, Republik Rakyat Tiongkok.

Terkait beasiswa, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Mustari juga menyampaikan bahwa Indonesia juga tersedia banyak beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa asing, baik beasiswa dari pemerintah, universitas, maupun dari pihak swasta.  Lebih lanjut beliau juga menyampaikan akan berperan dalam peningkatan jalinan kerjasama antara Indonesia dan Thailand khususnya di bidang pendidikan, melalui perguruan-perguruan tinggi di Indonesia yang jumlahnya mencapai hampir 4000 peguruan tinggi. Sehingga masih banyak peluang untuk dilakukan kerjasama.

Dalam kesempatan ini juga, disampaikan tentang kemungkinan diadakan pengajaran bahasa Indonesia di Burapha University, dan pihak KBRI Bangkok menawarkan program pengiriman guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang disambut baik oleh pihak Burapha University.

Selain perguruan tinggi, Burapha University juga memiliki sekolah demonstrasi bernama Piboonbumpen Demonstration School yang beberapa juga telah menerima mahasiswa Indonesia untuk melakukan praktik mengajar.  Dengan demikian, disampaikan juga kemungkinan ada kerjasama antara Sekolah Indonesia Bangkok dengan sekolah tersebut.  Selain itu dari Kepala Sekolah Indonesia Bangkok juga mengharapkan adanya kerjasama dalam bentuk partisipasi pada kegiatan-kegiatan internasional di Burapha University untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Rektor Burapha menyambut baik segala saran yang disampaikan pihak KBRI Bangkok dan juga menambahkan bahwa diharapkan, selain berbagai kolaborasi yang telah dilakukan yang lebih ke arah saling bertukar ilmu, tahap selanjutnya adalah meningkatkan kerja sama penelitian yang tidak hanya akan bermanfaat, khususnya bagi kedua universitas, namun juga dapat bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat pada umumnya.

Pada akhirnya Duta Besar sekali menyampaikan apresiasinya atas segala kerja sama dan bimbingan terhadap mahasiswa-mahasiswa Indonesia selama ini dan berharap kerja sama antara Burapha University dan universitas-universitas di Indonesia akan terus berlanjut.  Beliau juga menyarankan agar Burapha University mensosialisasikan beasiswa yang ditawarkan kepada masyarakat di Indonesia.  Kemudian untuk mempererat jalinan kerja sama tersebut, Duta Besar juga menyampaikan harapannya agar pertemuan seperti ini dapat berlangsung tidak hanya sekali ini saja, sehingga pada kesempatan yang akan datang Duta Besar mengundang pihak Burapha University untuk dapat berkunjung dan mengadakan diskusi di KBRI Bangkok.

 

 

Pertemuan Duta Besar RI, Ahmad Rusdi dengan Rektor Burapha University, Assoc.Prof.Dr. Somnuk Theerakulpisut
Foto bersama delegasi KBRI Bangkok dan Burapha University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *