Internasionalisasi IPB singgah ke KBRI Bangkok

Selasa (17.10.18) rombongan mahasiswa dan dosen Indonesia dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terbagi menjadi dua rombogan berkunjung ke KBRI Bangkok. Rombongan pertama dari Jurusan Ekologi berjumlah 31 orang mahasiswa, 2 orang dosen, rombongan kedua berjumlah 17 orang dosen dengan 2 pendamping. Tujuan kedatangan rombongan ini untuk melaksanakan studi banding, karena Thaliland dianggap sebagai salah satu negara Asean yang maju dan bisa menjadi patokan pembangunan serta  perkembangan ekonomi. Kekuatan Thailand terletak pada sektor pariwisata yang menunjang kemajuan Thailand, selain infrastruktur dan ekonomi. Salah satu dosen pembimbing yang bertugas sebagai sekretaris jurusan, Toni Irawan mengatakan bahwa rombongan ini melihat banyak hal yang patut diaplikasikan di Indonesia. Mulai dari persiapan infrastruktur yang lebih matang, dalam hal ini jika berusaha untuk mempromosikan sebuah tempat wisata, maka usaha persiapan harus dimulai dari persiapan infrastruktur dari bandara hingga kualitas sumber daya manusia. Banyak hal yang harus dipelajari oleh Indonesia dari Thailand.

Beberapa tempat tujuan kunjungan ini diantaranya Asean Centre, Universitas Chulalongkorn, dan UNTACD ArtNet. Selain melakukan studi banding, tujuan lainnya adalah melaksanakan internasionalisasi atau kerjasama internasional dengan instansi Thailand yang bertaraf global seperti UNTACD ArtNet. Hal tersebut dinilai sebagai sebuah kesempatan emas, karena UNTACD ArtNet merupakan lembaga penelitian internasional yang dapat menunjang peningkatan kualitas mahasiswa apabila dilaksanakan kerjasama antar 2 lembaga. Kerjasama yang diharapkan antara lain pembukaan kesempatan magang bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan ini pula, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Mustari M,Pd. menjelaskan hubungan baik Indonesia Thailand. Salah satunya simbol hubungan baik tersebut dapat dilihar dari kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand di Bangkok, sudah ada di lokasi ini sejak tahun 1952. Luas kantor KBRI adalah 2,5 hektar dan bertaraf kelas 4, yaitu kelas tertinggi kedua. Selain itu juga dijelaskan bahwa pariwisata merupakan sektor yang paling kuat dalam menunjang perekonomian Thailand. Pada tahun 2017 setidaknya ada 35 juta wisatawan datang ke Thailand, dari jumlah penduduk Thailand sejumlah 70 juta orang, untuk jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Thailand setiap hari berjumlah 1.200 orang. Hal tersebut tentunya tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan konsistensi pemerintah dan kerajaan yang selalu berorientasi pada kemajuan masyarakat. Pariwisata juga menjadi sektor paling kuat karena kesiapan masyarakat Thailand dalam menjamu setiap turis yang datang sehingga merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke Thailand.

Terlepas dari hal-hal tersebut, dalam bidang pendidikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan selalu berusaha untuk mendukung internasionalisasi 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, dengan menjadi fasilitator setiap usaha yang dilaksanakan. Selain sudah menjadi keharusan, hal tersebut juga didorong dengan terselenggaranya Asean Economy Community yang sedang dilaksanakan oleh anggota-anggota negara Asean. Hubungan yang diharapkan dapat lebih dari sekedar dialog atau penelitian bersama, namun juga kerjasama nyata dalam tindakan bukan hanya perjanjian. Seperti yang diketahui, pendidikan adalah dasar dari terbentuknya kualitas masyarakat yang akan menunjang kemajuan negara Indonesia melalui studi banding yang dilaksanakan. (dse)

Foto bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersama mahasiswa Manajemen Ekonomi IPB
Atase Pendidikan dan Kebudayaan menyambut rombongan dosen IPB
Foto bersama rombongan dosen IPB
Penyerahan cinderamata dari KBRI kepada dosen IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *