Kuliah Diplomasi Budaya Indonesia di Chulalongkorn University

Pada tanggal 25 Januari 2019, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof. Mustari  menyampaikan paparan tentang Diplomasi Budaya Indonesia kepada para peserta Thailand Executive Arts and Cultural Ambassador Programme, Faculty of Fine and Applied Arts, Chulalongkorn University.  Program yang telah berlangsung sejak tanggal 10 Oktober 2018 dan akan berakhir tanggal 2 Maret 2019 ini, merupakan program yang dibuka untuk umum bagi peminat sebagai calon duta seni budaya Thailand.  Materi yang diajarkan ditekankan pada pengenalan seni budaya Thailand sehingga mereka dapat mempromosikannya dengan tepat.  Penyampaian materi tidak fokus pada pengajaran teori tetapi lebih kepada praktek-praktek seni budaya.  Kemudian sebagai perbandingannya, para peserta juga diberi kesempatan mendengarkan paparan tentang seni budaya negara lain, terutama negara-negara tetangga, serta contoh upaya-upaya promosi seni budaya yang dilakukan oleh diplomat negara-negara tersebut.

Sesi paparan oleh Mustari menjadi salah satu sesi untuk mengenal dan mendapatkan informasi tentang seni budaya Indonesia sebagai negara tetangga ASEAN.  Dalam paparannya Mustari menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beragam seni dan budaya yang berasal dari ratusan suku bangsa yang tersebar di 17.800 pulau.  Keberagaman seni dan budaya Indonesia ini sudah diakui tingkat dunia. Terbukti dengan adanya 8 seni dan budaya Indonesia yang diangkat menjadi warisan dunia oleh organisasi UNESCO diantaranya Tari Saman Gayo, Batik dan Angklung.   Selain itu disampaikan bahwa Pemerintah Indonesia senantiasa berupaya untuk mempromosikan seni budaya termasuk pariwisata Indonesia ke seluruh dunia dengan mengadakan berbagai acara promosi budaya dan pariwisata. Kegiatan promosi tersebut tidak hanya dilakukan di luar Indonesia, namun pemerintah Indonesia juga mengundang orang asing untuk mengenal dan mempelajari seni dan budaya Indonesia langsung di daerah-daerah di Indonesia dengan memberikan beasiswa seperti beasiswa Darmasiswa dari Kemdikbud RI (1 tahun) dan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dari Kemlu RI (3 bulan).

Terkait upaya pemerintah Indonesia tersebut, Assoc. Prof. Busakorn Binson, Dekan dari Faculty of Fine and Applied Arts selaku ketua program, menambahkan di sela-sela sesi diskusi bahwa terwujudnya program ini adalah sebagian terinspirasi dari pengalamannya melihat pemerintah Indonesia, melalui kedutaan-kedutaannya di luar negeri, memberikan beasiswa kepada orang-orang asing untuk belajar bahasa, seni, dan budaya langsung ke Indonesia.  Hal tersebut merupakan strategi diplomasi yang menarik dan efektif.  Beliau memberi contoh, di Eropa banyak sekali grup Gamelan Indonesia yang terbentuk, sedangkan untuk musik tradisional Thailand hanya ada sedikit.  Dengan demikian, menurut beliau, Thailand perlu mencontoh Indonesia dalam hal ini sehingga tercetuslah program duta seni budaya Thailand ini.

Pada sesi akhir, para peserta berkesempatan belajar bermain angklung Indonesia dengan pengajar angklung, Bhawika Hikmat, mahasiswa Indonesia asal Bandung yang sedang melanjutkan studinya di Naresuan University di kota Phitsanulok.  Sebelum sesi praktek, Bhawika sempat menjelaskan asal muasal angklung dan diceritakan pula sejarah angklung masuk ke Thailand sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, pada zaman Raja Chulalongkorn (Raja Rama V Dinasti Chakri, kakek dari Raja Bhumibol Adulyadej) dan akhirnya berkembang menjadi salah satu alat musik yang popular di Thailand.  Namun cara membunyikan angklung di Thailand berbeda dengan cara di Indonesia.  Peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam bermain angklung cara Indonesia dan akhirnya berhasilkan memainkan beberapa lagu Indonesia dan Thailand dengan bimbingan dari pengajar angklung- (sr).

Suasana penyampaian paparan Diplomasi Budaya Indonesia oleh Atdikbud KBRI Bangkok, Prof. Dr. Mustari
Suasana penyampaian paparan Diplomasi Budaya Indonesia oleh Atdikbud KBRI Bangkok, Prof. Dr. Mustari
Pemberian cendera mata dari Atdikbud KBRI Bangkok kepada Assoc. Prof. Busakorn Binson, Dekan Faculty of Fine and Applied Arts, Chulalongkorn University
Foto bersama para peserta dengan Atdikbud KBRI Bangkok, Prof. Dr. Mustar; Ketua Program, Assoc. Prof. Busakorn Binson; dan pengajar angklung, Bhawika Hikmat
Suasana belajar bermain alat musik angklung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *