Promosi Budaya Makassar di Wat Arun dan Masjid Jawa, Bangkok

Sebagai upaya promosi budaya Indonesia, khususnya Makassar, Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) Makassar yang dipimpin oleh Guru Besar (Profesor) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. A. Pangerang Moenta, melakukan kunjungan ke Thailand pada tanggal 29 – 31 Maret 2019 dalam rangka mempromosikan budaya Makassar kepada masyarakat Thailand.

Lokasi pertama adalah KBRI Bangkok, tepatnya di Sekolah Indonesia Bangkok, rombongan KAHMI disambut oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Mustari dan Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Olih Sodikulhikmah. Dalam kesempatan tersebut mereka membawakan beberapa seni dan budaya Makassar yang disaksikan oleh para pejabat KBRI Bangkok, siswa-siswi sekolah, guru-guru dan warga Indonesia seusai shalat Jumat.

Target promosi budaya selanjutnya, KAHMI Makassar melakukan kunjungan ke Community Learning Center di Wat Arun.  Di sana rombongan saling bertukar budaya tradisional Thailand – Makassar. Dalam acara khusus ini, kelompok KAHMI Makassar, yang terdiri dari 30 orang, bersama dengan Prof. Mustari, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok bertemu dengan Hartanto Gunawan, warga negara Indonesia yang telah tinggal di Thailand selama 22 tahun dan sudah sangat fasih berkomunikasi bahasa Thailand.  Hartanto Gunawan telah membantu anak-anak yang kurang beruntung dari korban perdagangan manusia dan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang bisa mendapatkan kesempatan pendidikan dan beasiswa yang didukung oleh negara-negara asing seperti Amerika Serikat, Australia, Jerman, Siprus dan Taiwan.

Kunjungan promosi seni dan budaya dilanjutkan pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2019, Prof. Mustari dan kelompok KAHMI Makassar melakukan kunjungan ke Masjid Jawa (Yawa Mosque) yang terletak di daerah Sathorn, Bangkok.  Rombongan disambut dengan hangat oleh Imam Rangsan sebagai Imam Masjid Jawa serta warga Thailand keturunan Indonesia yang tinggal di sekitar masjid.  Pertemuan antara KAHMI Makassar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersama masyarakat Masjid Jawa diisi dengan memperkenalkan seni dan budaya Makassar berupa tari dan nyanyian-nyayian dari Makassar serta saling berbagi informasi mengenai sejarah Masjid Jawa dan Kampung Jawa.  Selama ini di Masjid Jawa, secara rutin, yaitu setiap hari Minggu, didukung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok serta sukarelawan masyarakat Indonesia di Bangkok memberikan kursus bahasa Indonesia untuk warga Kampung Jawa. Untuk kali ini kegiatan menjadi lebih istimewa karena kehadiran rombongan KAHMI sehingga para pelajar dapat mempelajari dan berbagai informasi tentang bahasa Indonesia sekaligus budaya Indonesia khususnya Makassar. Kegiatan di Masjid Jawa ini ditutup dengan kelompok KAHMI Makassar memberikan beberapa sumbangan melalui Imam Rangsan untuk mendukung kegiatan yang sedang dilakukan di Kampung Jawa – (adl/lwg/ssh).


Delegasi KAHMI Makassar, Prof. Mustari dan Hartanto Gunawan berfoto di depan WAT ARUN

Menampilkan lagu tarian tradisional dari KAHMI Makassar

Para siswi di WAT ARUN telah menampilkam tarian tradisional Thailand untuk menyambut kelompok KAHMI Makassar.

Kelompok KAHMI Makassar disambut dengan hangat oleh Bapak Hartanto Gunawan dan murid-muridnya

Menampilkan lagu tarian tradisional dari KAHMI Makassar

Kelompok KAHMI Makassar, Siswa Bahasa Indonesia di Masjid Jawa, Prof. Dr. Mustari dan Imam Rangsan telah berkumpul serta berbagi tentang sejarah Kampung Jawa di kelas Bahasa Indonesia.

Prof. Dr. Mustari memberikan hadiah serta penghargaan dan terima kasihnya kepada Imam Rangsan.

Rombongan KAHMI bersama Duta Besar RI, Ahmad Rusdi dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof. Mustari di Sekolah Indonesia Bangkok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *