Promosi Budaya Indonesia melalui Lokakarya Seni “The 4th KPRU International Youth Camp, Thailand 2019”

KBRI Bangkok mengirimkan dua guru dan delapan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang praktik mengajar di Sekolah Indonesia Bangkok sebagai perwakilan untuk mengikuti acara The 4th KPRU International Youth Camp di Kamphaeng Phet Rajabhat University (KPRU) tanggal 30 Maret sampai dengan 2 April 2019. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Putri Maha Chakri Sirindhon yang ke-64 dan Hari Pelestarian Peninggalan Budaya, yang jatuh pada tanggal 2 April 2019.

            The 4th KPRU International Youth Camp dibuka secara resmi oleh President of University Activity Promotion, KPRU Assoc. Prof. Dr. Suwit Wongboonmak, yang dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menjalin kebersamaan, berbagi kebudayaan dari masing-masing negara, dan menambah relasi pertemanan. Pada kesempatan ini, para peserta yang terdiri dari perwakilan negara Indonesia, India, Korea Selatan, Sri Lanka, Malaysia, Singapura dan tuan rumah, Thailand, menampilkan tarian yang akan diberikan pada workshop selama dua hari ke depan.

            Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan workshop selama 2 jam, yang dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok Indonesia menyajikan Tari Poco-Poco kepada lebih dari 100 siswa SD Thailand dan peserta dari Korea Selatan. Dua kelompok lain, masing-masing, mempresentasikan tari India dan Sri Lanka. Ketiga tari tersebut kemudian ditampilkan kembali oleh masing-masing peserta. Setelah workshop, acara dilanjutkan dengan latihan penampilan bersama seluruh peserta internasional tari Wao Bulan dari Malaysia dan Singapura, sebelum para peserta diajak keliling melihat kota Kamphengphet.

            Pada hari kedua, workshop kembali dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok Indonesia, India, dan Korea. Indonesia sekali lagi mempresentasikan Tari Poco-Poco kepada mahasiswa KPRU dan peserta dari India. Dua kelompok lain, masing-masing, mempresentasikan tari India dan Korea. Workshop di hari kedua berlangsung selama satu jam, lalu dilanjutkan dengan pementasan dari masing-masing kelompok. Setelah pementasan, acara dilanjutkan dengan workshop tari tradisional Thailand kepada seluruh peserta. Pada tiap sesi pementasan, kemeriahan tampak dari semangat peserta dalam mementaskan tarian yang baru dipelajarinya, demikian juga penonton menunjukkan antusiasme dengan tepukan dan teriakan saat menyaksikannya.

            Setelah makan siang, para peserta diajak berkunjung ke Kampheng Phet Historical Park, yang tercatat sebagai warisan sejarah oleh UNESCO.  Di tempat ini peserta diajak berkunjung ke Wat Chang Rob dan Wat Phra Si Iriyabot. Acara dilanjutkan dengan makan malam di Traditional Thai House Museum, yang juga merupakan sanggar tari dan budaya. Pada kesempatan ini, 3 peserta internasional dari masing-masing negara berkesempatan mengenakan pakaian tradisional Thailand dan berpose bersama di museum busana tradisional Thailand. Thai House Museum juga merupakan tempatdiadakannya pentas akbar dari seluruh negara peserta, sehingga pada malam itu pula diadakan gladi bersih sesuai dengan urutan penampilan peserta yang akan berpentas pada hari berikutnya.

            Pada hari ketiga, peserta diajak berkeliling Kamphengphet mengunjungi air terjun Khlonglan yang jaraknya sekitar satu jam perjalanan dengan bus dari kota Kamphengphet. Pukul 04.30 sore peserta diantar kembali ke Traditional Thai House Museum untuk makan malam dan pentas akbar. Peserta juga berkesempatan mencoba membuat dekorasi khas Thailand dari daun pisang, membuat souvenir gelang dari batu, dan meronce kalung persembahan dari bunga melati.

Akhirnya malam pentas akbar tiba. Acara dimulai dengan sambutan dari Assoc. Prof. Dr. Suwit Wongboonmak dan tukar menukar suvenir, dilanjutkan dengan pementasan tari Ghooamar dari Ahmedabad, Gujarat India, dilanjutkan tari Bihu Folk Dance of Assam dari Jamshephur, India. Indonesia menampilkan Tari Indang dan Poco-poco pada urutan ketiga, yang dilanjutkan dengan Tari Pungmul dari Korea Selatan. Penampilan berikutnya adalah tari Gasabo dari Gujarat India dan tari tradisional dari Sri Lanka, dan tari Bhangra, dari Jamshepur, India. Penampilan terakhir dari Thailand menyajikan tari tradisional dan sendra tari Ramayana dari mahasiswa Kamphaeng Phet Rajabhat dan sanggar tari dari Thai House Museum. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu VIP yang hadir. Keakraban dan kebersamaan amat terasa ketika peserta saling menyemangati baik sebelum maupun sesudah tampil juga ketika saling berpamitan, bertukar souvenir, dan berfoto bersama sebelum kembali ke hotel.

            Di akhir acara, Assoc. Prof. Dr. Suwit Wongboonmak naik panggung untuk berfoto bersama tim dari Indonesia, dan menyampaikan apresiasinya kepada tim Indonesia, dan menyatakan bahwa KBRI Bangkok akan diundang lagi pada acara yang sama tahun depan. Tim Indonesia, perwakilan KBRI Bangkok dan Sekolah Indonesia Bangkok menyampaikan terima kasih atas undangan dan semua fasilitas yang diberikan selama acara berlangsung dan akan dengan senang hati untuk hadir apabila diundang lagi –(ags).


Kegiatan Workshop Tarian Poco-Poco di hari pertama

Kegiatan kunjungan ke Wat Chang Rob bersama seluruh partisipan di hari kedua

Partisipan dari Thailand dan India mempraktikkan Tari Poco-Poco di hari kedua

Tim perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Bangkok yang menampilkan Tari Indang dan Tari Poco-Poco pada hari keempat

Wisata alam ke Air Terjun Khlonglan di hari ketiga

Penyerahan Cendera mata dari KBRI Bangkok  kepada Wakil Presiden Promosi Kegiatan Kamphaeng Phet Rajabhat Univerisity

Foto bersama seluruh partisipan setelah pembukaan di hari pertama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *