Mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana Kunjungi KBRI Bangkok

Pada tanggal 29 April 2019, Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok mendapatkan kunjungan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISIKOM) Universitas Kristen Satya Wacana. Rombongan yang terdiri dari 2 dosen pendamping dan 31 mahasiswa tersebut disambut dengan hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Mustari, M.Pd.

Jessy Ismoyo, M.Sc. sebagai dosen pembimbing menyampaikan maksud kunjungan universitasnya ke Thailand adalah dalam rangka memenuhi agenda program“World Class University”dan melakukan kerjasama dengan Asia Center dalam mengembangkan pusat studi Media and Society melalui Prof. James Gomez selaku Direktur Asia Center.  Selain itu mereka juga menghadiri undangan UNESCAP, serta mengunjungi Amnesty International.

Sebelum melakukan agenda yang telah dijadwalkan, Dosen Humaniora tersebut menyampaikan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan bahwa kunjungannya ke KBRI pada saat itu merupakan suatu kewajiban Lapor Diri bagi WNI ke rumah Negara Indonesia yaitu KBRI setempat. Lebih dari itu, kunjungan tersebut diharapkan untuk mendekatkan/memperkenalkan para akademisi untuk lebih paham terhadap dinamika peran dan pengisi KBRI masing-masing negara khususnya Indonesia.

Pertemuan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan mengenai kriteria pengajuan magang di KBRI, tugas dan fungsi Atdikbud, iklim diplomasi di Thailand serta meminta saran kepada atase bagaimana cara merealisasikan Universitas Berstandar Internasional. Dalam membangun International University, Atdikbud menyampaikan bahwa diperlukan kunjungan internasioal dilihat dari BAN 10% Akreditasi standar internasional, seperti misalnya dengan melakukan kunjungan ke Thammassat university, selain itu harus adanya indikator lain yaitu jumlah mahasiswa luar negeri yang terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Selanjutnya, Atdikbud menjelaskan mengenai upaya meningkatkan daya tarik turis ke Indonesia bahwa hal ini merupakan tantangan besar bagi kita. Kita telah berupaya menjalankan fungsi yang sudah diberikan melalui promosi, diplomasi dan representasi juga mengenalkan Indonesia dengan beberapa acara baik berupa pameran budaya, penampilan keseian dan sebagainya. Hal ini sangat jelas memperlihatkan kuatnya diplomasi serta hubungan yang sangat baik diantara kedua negara ini, Thailand dan Indonesia.

Beliau menambahkan untuk meningkatkan daya tarik turis, juga dibutuhkan hal-hal seperti kerjasama pemertintah dan masyarakat dalam aspek keamanan, infrastruktur dan pelayanan yang baik. Thailand sudah baik dalam hal tersebut dan bisa dijadikan pembelajaran untuk Indonesia. Terkait festival, Thailand memang terkenal sering mengadakan berbagai festival. Indonesia tentunya juga mampu mengadakan festival serupa dengan ciri khasnya sendiri. Dalam upaya tersebut, yang diutamakan, bukan hanya fokus pada pagelaran festival, tetapi bagaimana kesiapan aspek-aspek lainnya yang mendukung, seperti infrastruktur, pelayanan, keamanan yang mampu membuat peserta maupun turis merasa nyaman untuk hadir. Pada intinya, untuk meningkatkan potensi wisata di Indonesia perlu adanya kerjasama dan pelayanan yang baik dari pemerintah dan masyarakat sendiri karena hal ini penting dalam menaikkan reputasi Indonesia di kancah internasional dan sebagai perjuangan diplomasi negara.

Pada sesi terakhir, Atdikbud memberikan saran kepada FISIKOM Universitas Satya Wacana untuk mendirikan Thai Corner di kampus tersebut yang akan sangat berdampak baik bagi universitas sendiri. Selain itu, Prof. Mustari memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada UK Satya Wacana atas agenda kunjungannya yang luar biasa. Pertemuan ditutup dengan saling bertukar cendera mata – (lwg).


Penyerahan Simbolis Cendera Mata antara KBRI Bangkok dengan Universita Kristen Satya Wacana

Suasana Sesi Tanya Jawab antara Atdikbud, Dosen, dan Mahasiswa Kristen Satya Wacana

Foto bersama FISIKOM Universitas Kristen Satya Wacana dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *