Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Thailand dalam Acara Kemah Persahabatan dan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Unnes dan Thammasat

Pada hari Jumat, 1 November 2019 lalu mahasiswa jurusan South East Asian Studies dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang mengadakan kemah persahabatan dan pengabdian masyarakat di Srinagarindra The Princess Mother School, Provinsi Rayong, Thailand. Kegiatan ini diinisiasi oleh Thammasat University bekerja sama dengan Sringarindra The Princess Mother School. KBRI Bangkok turut mendukung acara ini dengan mengirim pengajar BIPA PPSDK, Rury Luberti dan pegawai magang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Awaludin Rusiandi, yang mewakili Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok.

Para mahasiswa yang terlibat dalam acara ini adalah mereka yang belajar di jurusan South East Asian Studies Thammasat University dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tengah melakukan Indonesia-Thailand Outbond sebagai salah satu bentuk kerjasama U to U yang dilakukan antara Thammasat University dan Unnes. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat persahabatan mahasiswa Indonesia dan Thailand sekaligus memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, dalam hal ini siswa-siswi Srinagarindra The Princess Mother School.

Acara pagi itu dibuka dengan sambutan dari Direktur Sekolah, Khun Thawon yang disusul dengan tarian tradisional Thailand yang dibawakan oleh siswi-siswi sekolah ini. Setelah itu, Dr. Hamam Supriadi selaku dosen Thammasat dan Rury Luberti sebagai perwakilan KBRI Bangkok memberikan kata-kata sambutan. Setelah sambutan-sambutan diberikan, acara dilanjutkan dengan permainan dan kuis tentang ilmu sosial yang dibawakan oleh mahasiswa Thammasat University. Dalam sesi ini para siswa-siswi sekolah bermain sambil belajar ilmu sosial, khususnya tentang Asia Tenggara. Para mahasiswa juga mengajari siswa-siwi beberapa trik dan tips dalam mengerjakan ujian nasional dalam rumpun ilmu sosial.

Dalam sesi terpisah, pihak sekolah dan KBRI Bangkok juga berdiskusi tentang rencana kerja sama di bidang pendidikan. Dalam sesi yang dihadiri oleh direktur sekolah, beberapa guru, Rury, Awaludin, dan Dr. Hamam ini didapati beberapa poin kerja sama, seperti program sister school antara Srinagarindra The Princess Mother School Rayong dengan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Selain itu, disampaikan juga bahwa Sekolah Srinagarindra The Princess Mother School juga membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah di Indonesia yang ingin mengikuti outbond atau workshop di sekolah ini.

Selain pemberian materi pertukaran budaya Indonesia dan Thailand, seperti pertunjukan tarian tradisional Thailand oleh siswa-siswi Thailand, tari jaipong, dan pertunjukan lagu dari Indonesia yang dibawakan oleh  mahasiswa-mahasiswa UNNES. Dalam sesi ini Rury juga memperkenalkan alat musik angklung. Selain itu, juga mempresentasikan topeng-topeng dalam cerita Panji atau yang lebih dikenal dengan Inao dalam budaya masyarakat Thailand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *