KBRI Bangkok Menerima Kunjungan dari Universitas Kristen Petra Surabaya

Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok menerima kunjungan dari rombongan Departemen Sastra Inggris Universitas Kristen Petra Surabaya yang berjumlah 18 orang dan terdiri atas 1 orang dosen beserta serangkaian kelompok mahasiswa yang mayoritas sedang menduduki tahun akhir perkuliahan pada hari Jumat, 17 Januari 2020. Kunjungan ini disambut baik oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof. Dr. Mustari, M.Pd di Ruang Achmad Yani. Adapun maksud dari visitasi yang dilakukan rombongan dari Universitas Kristen Petra Surabaya ialah untuk mempelajari lebih dalam mengenai budaya Thailand sekaligus menyelami lebih lanjut working lifestyle di negara yang terkenal dengan sebutan Negeri Gajah Putih tersebut yang sebelumnya telah mereka pula peroleh dengan mengunjungi salah satu perusahaan frozen food yang berada di Provinsi Sakhon Nakhon. Tak hanya itu, representasi dosen dari Universitas Kristen Petra Surabaya juga mengutarakan bahwa tujuan utama dari visitasinya ialah untuk mengetahui prosedur magang di KBRI Bangkok bagi para mahasiswanya lantaran ia menemukan banyak alumni dari universitas bersangkutan yang kemudian meniti karir sebagai staf kedutaan.

Setelah memberikan sambutan, Prof. Dr. Mustari, M.Pd kemudian mengelaborasikan bahwa mekanisme magang di KBRI Bangkok sebenarnya cukup sederhana lantaran para pendaftar hanya perlu mengirimkan surat elektronik ke email kedutaan yang dapat dijumpai di situs resmi KBRI Bangkok dengan melampirkan surat rekomendasi dari universitas/fakultas setempat yang ditujukan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand. Namun yang perlu digarisbawahi ialah para pendaftar harus bertindak cepat lantaran KBRI Bangkok mengimplementasikan sistem first come first serve bagi para mahasiswa yang berkeinginan untuk magang, sehingga mereka yang mendaftar paling awal mempunyai privilese dan kesempatan lebih besar untuk menjalani periode internship di KBRI Bangkok. Adapun periode internship yang berlangsung adalah satu bulan, hal ini dilakukan supaya mahasiswa yang magang tidak perlu repot untuk mengurus visa dan bisa mengutilisasikan 30-day-visa free sesuai dengan kebijakan yang berlaku dan telah disepakati antara negara anggota ASEAN. Tak hanya itu, Prof. Dr. Mustari, M.Pd juga menuturkan bahwa KBRI Bangkok membuka kesempatan magang yang terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa dari segala program studi. Berangkat dari hal demikian, sebuah konklusi dapat ditarik bahwa bukan hanya sekadar mereka yang menempuh program studi di hubungan inernasional, hukum, atau sastra semata yang dapat menjalani program magang di KBRI Bangkok—tetapi semua jurusan diperbolehkan dan memiliki kesempatan yang sama rata tanpa terkecuali untuk merasakan pengalaman sebagai staf magang di KBRI Bangkok. Setelah menyelesaikan periode magang selama satu bulan, para mahasiswa nantinya akan diberikan sertifikat dan hasil penilaian dari KBRI Bangkok yang eksistensinya diharapkan akan berguna dan menjadi konsiderasi pada saat melamar pekerjaan suatu hari nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *