Kunjungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang ke KBRI Bangkok

Pada tanggal 21 Januari 2020, Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang. Kunjungan yang bermaksud sebagai bentuk ramah tamah dan silaturahmi ini dilaksanakan di Ruang Achmad Yani dan disambut oleh Atase Pendidikan dan Budaya, Prof. Dr. Mustari, M.Pd.  Tercatat sebanyak 25 orang hadir pada kunjungan tersebut yang terdiri atas satu dosen pembimbing dan selebihnya merupakan mahasiswa pasca sarjana yang mengambil program manajemen dengan tiga konsentrasi yang berbeda, yakni pariwisata, pendidikan, dan sumber daya manusia. Tak hanya bermaksud untuk beramah tamah, STIEPARI juga ingin mengetahui lebih lanjut terkait pariwisata dan pendidikan di Thailand lantaran STIEPARI mempunyai visi untuk menjadikan anak didiknya memiliki wawasan yang luas bahkan sampai ke taraf internasional.

Kunjungan diawali dengan sambutan yang diberikan Prof. Dr. Mustari, M.Pd terkait elaborasi general mengenai peran KBRI sebagai representasi Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar negeri dan bagaimana hubungan yang terjalin secara singkat namun komprehensif tentang ikatan bilateral yang terkoneksi antara Indonesia dan Thailand. Tak hanya itu, Prof. Dr. Mustari, M.Pd juga menjelaskan mengenai progres-progres dan serangkaian rencana yang hendak dilakukan KBRI Bangkok di dekade yang baru ini. Beliau turut menuturkan bahwa KBRI Bangkok tengah berusaha memproses program student exchange di mana mahasiswa-mahasiswa Thailand akan dikirim dan tinggal di Indonesia dalam beberapa kurun waktu tertentu untuk mempelajari demokrasi yang dijadikan sebagai sistem pemerintahan di Indonesia sekaligus menyelami budaya Islam moderat yang berkembang di tanah air.

Membahas mengenai pariwisata di Thailand, Prof. Dr. Mustari, M.Pd menyatakan bahwa saat ini tengah terjadi pergeseran di mana pemasok pendapatan terbesar Negeri Gajah Putih berasal dari sektor pariwisata. Thailand dikatakan tengah menjadi destinasi populer yang digandrungi para turis asing lantaran hospitality yang patut diacungi jempol, akses mobilisasi yang memadai dan tourist-friendly, tingkat higienitas yang selalu terkontrol dan tertata rapi, beserta kulinernya yang kerap menggugah selera. Thailand sendiri berhasil mendatangkan sejumlah 40 juta orang pelancong dari mancanegara ke negaranya tahun lalu dan angka tersebut dapat dikatakan amat mencengangkan lantaran total penduduk di Thailand hanya mencapai 70 juta orang sehingga turis-turis yang berdatangan tersebut berhasil menyetarai setengah dari total populasi di Thailand. Prof. Dr. Mustari, M.Pd mengakhiri pertemuan dengan harapan bahwa para mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus bangsa dapat mengambil benang merah dari kunjungan ini sebagai sebuah pembelajaran untuk terus berusaha dalam mempromosikan nama Indonesia ke mata internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *