Profesor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Memberikan Special Lecture di Kasetsart University

Indonesia memiliki risiko bencana tanah longsor yang sangat tinggi saat memasuki musim penghujan. Tercatat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan meninggal akibat bencana tanah longsor. Tanah Indonesia yang subur berupa tanah vulkanik yang berada pada lereng-lereng pegunungan atau perbukitan menjadi magnet bagi warganya untuk bertempat tinggal dan bercocok tanam. Namun, dibalik kesuburan dan kemakmuran ini terdapat ancaman. Untuk mengurangi risiko bencana ini dapat dilakukan dengan membuat suatu system peringatan dini tanah longsor. Topik ini disampaikan oleh Prof. Ir. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.(Eng.) dalam Special Lecture di Faculty of Engineering , Kasetsart University pada 6 Februari 2020. Secara khusus, Prof. Agus menjelaskan tentang Development of A Satelite Based Rainfall Threshold for Landslides Early Warning System in Indonesia. Model yang dikembangkan olehnya merupakan hasil riset yang didanai selama 3 tahun oleh Kementerian Ristekdikti sejak tahun 2019 lalu dan kerjasama dengan Faculty of Geoinformatics System, University of Twente, Netherland. Sistem peringatan dini ini mencakup skala nasional seluruh Indonesia dengan basis wilayah aliran sungai (DAS) yang menggabungkan pengamatan curah hujan harian selama 3 hari ke depan (forecasting) dan pengamatan hujan saat ini (nowcasting) dengan peta-peta geologi, tata guna lahan. Penggunaan FEWS dari Deltares-Netherland membuat system yang dikembangkan ini lebih akurat dan telah diadopsi oleh Balai Litbang SABO, Kementerian Pekerjaan Umum. Model ambang hujan ditentukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *