(Bangkok, 20 Maret 2020) Rapat guru Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Mustari, M.Pd., yang juga Plt. Kepala SIB, memutuskan bahwa pada tanggal 17 Maret s.d 24 April 2020 seluruh siswa (TK, SD, SMP, dan SMA) belajar secara daring/online, kecuali kelas 12 yang sedang melaksanakan Ujian Sekolah. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dan pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19, Keputusan ini dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan, antara lain adanya permintaan dari orang tua peserta didik, Pernyataan Presiden Republik Indonesia untuk membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah, Siara Pers Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI tentang siapkan siapkan solusi belajar daring demi memastikan keamanan dan keselamatan semua warga sekolah dan situasi terkini di Thailand dimana seluruh Lembaga Pendidikan diliburkan karena penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dengan adanya informasi 147 kasus pada tanggal 16 Maret 2020. Keputusan ini juga tidak lepas dari hasil koordinasi Sekolah Indonesia Bangkok dengan KBRI Bangkok dan arahan Kepala Perwakilan RI untuk Kerajaan Thailand.
Perhatian sekolah terhadap siswa tidak terlepas dari rasa tanggung jawab, himbauan dan upaya nyata KBRI Bangkok dalam memberlakukan pengetatan, terutama ketika akan memasuki area KBRI Bangkok, dimana semua pengunjung diukur suhu tubuhnya dan diwajibkan untuk menggunakan antiseptik yang disediakan di pintu masuk, serta dibatasinya aktivitas berkumpul (social distancing).
Atase Pendidikan dan Kebudayaan secara langsung menunjuk beberapa guru SIB membentuk tim satuan tugas Covid-19 untuk mengambil langkah-langkah teknis dalam pembelajaran daring serta monitoring aktivitas siswa di rumah. Kerjasama dan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, baik orang tua, siswa maupun guru menjadi poin utama dalam pembelajaran daring ini karena siswa belajar dengan jadwal pelajaran yang sama dan di tempat yang berbeda-beda.
Hari pertama pembelajaran mungkin masih terasa berat oleh sebagian siswa, dan orang tua karena dengan berbagai kondisi harus mendampingi anaknya, terutama yang masih kelas bawah (PG/TK/SD), ketika dilakukan kegiatan pembelajaran online. Perlu kesabaran bagi siswa yang harus tampil di depan kamera, atau secara langsung direkam oleh orang tua. Fasilitas komputer dan gawaipun mutlak diperlukan untuk dapat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Selain kegiatan pembelajaran, untuk monitoring, siswa dan guru juga harus mengisi formulir kehadiran dan kegiatan secara daring/online yang sudah disiapkan oleh Tim Satgas.
Bagaimana dengan aplikasi maupun portal pembelajaran yang digunakan oleh guru SIB? Tenang saja, guru SIB sudah menyiapkan dengan matang terkait aplikasi ataupun portal yang akan digunakan oleh siswa untuk mengatasi ketersediaan dan kemampuan siswa dalam mengaksesnya. Untuk kelas bawah, guru PG/TK dan SD menggunakan aplikasi video call yang tersedia dari WhatApps, line, edmodo.com atau quizizz.com. Untuk kelas atas, guru menggunakan googleclassroom, zoom.com untuk streaming, moodlecloud.com dan juga quizizz untuk latihan kuis interaktif. Canva.com digunakan untuk membuat karya tulis baik yang bentuknya poster, surat ataupun yang lainnya. Siswa juga diperkenankan untuk mengakses Ruang Guru, Rumah Belajar, Kelas Maya dan portal belajar lain yang tersedia. Hal itu menjadi modal penting dan pengetahuan dasar bagi semua kalangan, bahwa begitu banyak kemudahan yang tersedia dan bisa dimaksimalkan tentunya.
Sekolah Indonesia Bangkok memberikan kebebasan kepada guru untuk menggunakan aplikasi yang sesuai. Alhamdulillah hari pertama sampai dengan hari ketiga proses pembelajaran Virtual Classroom untuk siswa-siswi SIB dari tingkat TK sampai dengan SMA terlaksana dengan lancar. Para siswa sangat senang mendapatkan pengalaman baru dan utamanya mendapat dukungan penuh dari orangtua. Gurupun bahagia bisa mengajar secara daring dan semakin melek teknologi. Hubungan siswa, guru dan orangtua pun semakin erat dengan adanya komunikasi yang intensif. Rdp

