Membantu rakyat America yang dalam tekanan batin, kecemasan dan depresi yang tinggi di tengah-tengah wabah pandemic Covid-19

Nama saya Hartanto Gunawan, seorang putra Indonesia yang tinggal di Thailand selama 22 tahun menyelamatkan, menolong dan membantu anak-anak dan remaja Thailand yang yatim piatu, keluarga pecah belah dan keluarga miskin dari penjualan gadis/anak (human trafficking), pelecehan sexual (domestic abuse/violence) dan pemakaian obat2 terlarang.

Pada tanggal 21 February, 2020, saya berangkat ke Amerika atas undangan dari masyarakat Amerika untuk membagi pengalaman dan menceritakan kesuksesan Community Learning Center yang saya bangun dan kelola di Wat Arun Rajawararam, Bangkok, Thailand dari menyelamatkan, menolong, mencegah, mendidik, melatih, memberikan bea siswa, menjaminkan lapangan kerja dan menjadikan seoarang warga masyarakat dengan sopan santun dan moralitas tinggi yang dihormati oleh masyarakat.

Saya tiba Amerika melalui Los Angeles  dan saya mulai memberikan presentasi pada tanggal 22 February kepada masyarakat Amerika selama 4 hari. Kesuksesan Center saya tidak terlepas dari mengembangkan dan menanamkan kedisiplinan yang tinggi kepada semua murid-murid saya melalui meditasi yang pada prinsipnya mendisiplinkan dan menguatkan pikiran guna mendisiplinkan tingkah laku dan moralitasnya. Oleh sebab itu, pada setiap presentasi saya, saya juga diminta untuk mengajar dan melatih rakyat Amerika bagaimana bermeditasi guna menanggulangi stress, kecemasan (anxiety), depresi, PTSD, kecanduan obat terlarang dan alcohol.

 Pada tanggal 25 February, saya berangkat ke New York City dan melanjutkan presentasi, pendidikan dan pelatihan  selama 8 hari di Manhattan, New York, lalu dilanjutkan ke Naples, Florida selama 5 hari sebelum saya kembali ke New York. Pada saat itu, saya sudah memberikan presentasi, mengajar dan mendidik  kepada semua golongan rakyat America dari murid2 sekolah dasar dan menengah, rehabilitation centers, businesses, US veterans, NFL players, pecandu2 obat dan alcohol, keluarga2 yang anggotanya mengalami stress, anxieties dan depresi.

Karena situasi coronavirus semakin memburuk dimana President Donald Trump mengeluarkan larangan terbang ke Iran dan Korea Selatan, akibatnya saya harus membatalkan penerbangan pulang saya ke Bangkok yang rencananya pada tanggal 15 Maret dengan maskapai penerbangan Korean Airlines. Sejak saat itu, saya belum bisa kembali ke Thailand dimana pemerintah Thailand sendiri mengeluarkan Emergency Decree dan melarang semua inbound flights masuk ke negaranya tanpa memenuhi persyaratan2 yang dikeluarlannya sampai akhir bulan Mei.

Sekarang, sudah lebih dari 2 bulan saya berada di America dan selama itu, saya sudah memberikan presentasi, pengajaran, pelatihan dan nasihat2 kepada rakyat Amerika dari Los Angeles sampai ke New York, Florida, London, Dubai, Spanyol secara online dan mencakup semua golongan masyarakat. Secara rutin saya juga mengajar perwira2 Polisi dan Detective2 di NYPD ( New York Police Department), veteran2 tentara America, American Football (NFL) players, para Directur, staffs, patients dan orang tua patients dari mental health hospital, patient2 kanker, psychologist, therapists, murid2 di rehabilitation center dan memberikan nasihat2 kepada keluarga2 America yang mengalami tingkat stress, depresi yang tinggi akibat lockdown dari Covid-19 pandemic. Sejak tibanya saya di Amerika tanggal 21 February, 2020 sampai tanggal 3 Mei, 2020, saya sudah memberikan pengajaran dan pelatihan kepada rakyat Amerika, Eropa dan UAE sebanyak 135 kali.

Demikian kisah perjalanan saya di America selama krisis Covid-19 yang dapat saya pergunakan untuk membantu rakyat America yang sedang dilanda oleh tingkat stress, anxiety dan depresi yang tinggi. Bagi mereka, terutama para perwira2 polisi dan Detective2 serta para purnawirawan yang memiliki PTSD, dengan adanya Covid-19 pandemic ini membuat penderitaan mental mereka bertambah. Dengan pola meditasi yang benar dimana yang saya sedang promosikan di Amerika dan seluruh dunia: “Research Meditation”, pola ini mengajarkan mereka untuk melakukan research dalam meditasi untuk mencari dan menemukan penyebab dari penderitaan mental mereka sesuai dengan hukum alam-nya, yaitu hukum sebab – akibat.

Terima kasih banyak saya ucapkan atas perhatian Bapak2 dan Ibu2 yang meluangkan waktu membaca kisah perjalanan saya sebagai seorang putra Indonesia. Akhir kata, saya mohon doa dari Bapak2 dan Ibu2 agar saya tetap sehat walafiat untuk terus melanjutkan misi pendidikan untuk sosial, kemanusiaan dan kesejahteraan umat manusia di bumi ini dengan mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih di penjuru dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *