PPI Permitha-KBRI Akan Laksanakan 8th. International Conference

Pada Hari Selasa, 26 Mei 2020 telah diselenggarakan rapat koordinasi mengenai rencana penyelenggaraan Asian Academic Society International Conference (AASIC) yang ke-8 oleh panitia AASIC ke-8, pengurus harian Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha), serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok. Secara keseluruhan, rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah 21 peserta. Dari pihak KBRI, rapat ini dihadiri oleh Prof. Dr. Mustari Mustafa, M.Pd. sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok beserta 3 staf lainnya yaitu Bapak Muhammad Sofian Sori, Ibu Sari Suharyo, serta Bapak Adul Leesen. Mengingat kondisi dan situasi akibat pandemi COVID-19, rapat tersebut dilaksanakan secara online selama 2 jam yaitu dari pukul 20.00-22.00 waktu Bangkok.

Terdapat 2 agenda utama dalam rapat tersebut, yakni pengenalan panitia AASIC ke-8 serta pemaparan rencana kegiatan AASIC ke-8. Panitia AASIC ke-8 terdiri dari 35 mahasiswa master dan doktor yang berasal dari 3 universitas di Thailand, yakni Mahidol University, Kasetsart University, serta Chulalongkorn University. Untuk penyelenggaraan AASIC ke-8 di tahun 2020 ini, panitia telah mengajukan permohonan kerjasama dengan Mahidol University sebagai co-host.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Prof. Mustari menyampaikan bahwa tahun ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand, sehingga diharapkan tema AASIC ke-8 dapat selaras dengan tema peringatan tersebut, yaitu innovation and creativity. Pesan khusus yang disampaikan kepada seluruh panitia yaitu agar selalu menjaga integritas dan kejujuran dalam bekerja. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga reputasi Negara Indonesia di mata pihak-pihak yang turut terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan AASIC ke-8 sangat didukung oleh KBRI Bangkok khususnya bidang Atase Pendidikan dan Kebudayaan. Konferensi ini pun rencananya akan dibuka langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand. Pada saat rapat koordinasi itu pula, Prof. Mustari telah menunjukkan kesediaannya untuk menjadi salah satu keynote speaker serta reviewer di AASIC ke-8 tahun ini.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, dr. Kevin Muliawan Soetanto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa konferensi AASIC ke-8 ini juga turut mendukung peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand. Tema yang dipilih pada konferensi tahun ini yaitu “ASIA Sustainable Innovation: Global Health Diplomacy, Technology and SDGs Accordance”. Di dalam tema besar tersebut terdapat 6 subtema yakni 1) Public health, health science, and health technology, 2) Disaster mitigation and political decision, 3) Economy, industry, and transportation, 4) Energy and environment, 5) Human development and behavior, dan 6) Food security and biosecurity. Tema tersebut dipilih untuk mengakomodasi inovasi dan kreativitas dalam menanggapi isu-isu terkini, terutama dalam hal pemulihan kondisi setelah pandemi COVID-19 serta demi tercapainya Sustaianble Development Goals (SDG) 2030.

Target peserta AASIC ke-8 secara umum berasal dari benua Asia terutama dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Jepang, Cina, India, dan Myanmar. Peserta konferensi ini terbuka untuk berbagai kalangan seperti peneliti, profesional, praktisi, dan mahasiswa dari benua Asia. Peserta akan diundang untuk mempresentasikan penelitian dan pengalaman berdasarkan keahlian mereka kepada khalayak. Jumlah peserta yang ditargetkan yaitu minimal 200 partisipan yang terdiri dari presenter dan nonpresenter. Konferensi ini tidak hanya menawarkan kesempatan untuk menjadi presenter lisan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mempresentasikan dalam bentuk poster. Makalah yang dikirimkan akan diterbitkan dalam conference abstract book, sedangkan makalah yang berhasil lolos kajian akan diterbitkan dalam registered proceeding book serta berkesempatan untuk diterbitkan oleh indexed publisher. Saat ini, panitia sedang menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Bangladesh Journal of Medical Science untuk menerbitkan jurnal yang terakreditasi Scopus.

Konferensi ini telah disusun dalam 2 skema, yaitu online atau offline karena mempertimbangkan kondisi akibat COVID-19, yang selanjutnya akan diputuskan pada pertengahan Bulan September 2020. Apabila dilaksanakan secara online, konferensi akan diselenggarakan di Bangkok (tentatif) dengan peserta tetap berada di lokasi masing-masing. Konferensi akan dilaksanakan selama 2 hari, yaitu tanggal 4-5 Desember 2020. Sedangkan apabila dilaksanakan secara offline, pelaksanaannya akan berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 3-5 Desember 2020. Untuk dua hari pertama akan dilaksanakan konferensi di Bangkok (tentatif), sedangkan hari terakhir akan dilaksanakan field trip ke beberapa situs bersejarah dan tempat wisata di Bangkok. Pada dua skema tersebut juga akan disajikan pertunjukan budaya seperti tarian, pariwisata, dan iklan-iklan diplomasi budaya Indonesia dan Thailand lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *