Pada hari Jum’at tanggal 12 November 2021 Assistant Director for Research Affairs, Thammasat University Dr. Ampa Kaewkumkang didampingi 1 (satu) orang staf berkunjung dan bertemu dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Achmad Wicaksono. Pada kesempatan tersebut Dr. Ampa Kaewkumkang menyampaikan ingin mengetahui lebih jauh sistem Pendidikan dari Sekolah Tingkat Dasar sampai Sekolah menengah Atas di Indonesia,terutama support dari Pemerintah terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia, Atdikbud menyampaikan bahwa, di Indonesia terdapat 2 (dua) dukungan yaitu pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dukungan infrastructure dan kegiatan belajar mengajar sangat diperhatikan oleh pemerintah dengan mengalokasikan dana sekitar 20% dari Anggaran yang ada khusus untuk Pendidikan.

Dukungan pemerintah daerah sebagian besar diperuntukkan untuk kegiatan pendidikan muatan lokal, yang membekali pelajar agar menjadi mandiri sehingga setelah selesai menyelesaikan pendidikannya dapat terjun langsung untuk menjalani kehidupan di masyarakat. Ada 3 (tiga) pilihan minat siswa SMA yang harus dipilih, yaitu Sains (IPA), Sosial dan Bahasa. Ketiga kelompok mata pelajaran tersebut diharapkan dapat membekali pelajar, sehingga saat ini penekanan pendidikan dilakukan dengan menambah pengetahuan secara praktek di lapangan.

Dr. Ampa Kaewkumkang mengatakan bahwa, di Thailand kebijakan masih tersentralisasi di pusat walaupun telah ada local government, akan tetapi kebijakannya diatur dari pusat. Pendidikan di Thailand mulai berkembang setelah 15 tahun terakhir dengan banyaknya pusat-pusat kursus bahasa, serta sekolah vokasi, akan tetapi masih jauh dibandingkan kemajuannya dengan Indonesia dalam hal demokrasi, terutama dalam hal pemilihan (election) pejabat distrik dan gubernur yang masih menggunakan penunjukan langsung, belum menggunakan sistem pemilihan.

Dr. Ampa Kaewkumkang ingin memperoleh gambaran pandangan masyarakat Indonesia  terhadap Masyarakat ASEAN (ME), Atdikbud menjelaskan bahwa, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memahami keuntungan terhadap bangsa Indonesia, karena Indonesia populasinya adalah setengah dari Masyarakat ASEAN, sehingga central market masih tetap terpusat di Negara Indonesia. Namun dengan semakin meningkatnya pendidikan diharapkan di masa mendatang akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Masyarakat ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published.